Elektrifikasi Alat Berat Dorong Perubahan Pengelolaan Bisnis Komersial dan Pertambangan
Pakar memaparkan materi di booth Volvo pada Mining Expo 2026 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta.(MI/HO)

PERALIHAN kendaraan komersial menuju tenaga listrik kini mulai mendorong perubahan fundamental dalam pengelolaan bisnis transportasi dan pertambangan. Agar investasi elektrifikasi dapat mendukung efisiensi serta keberlangsungan operasional, faktor kesiapan pengemudi, infrastruktur pengisian daya, hingga perlindungan baterai menjadi aspek krusial yang harus diperhitungkan sejak dini.

Isu strategis ini mengemuka dalam ajang Mining Expo 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 9–12 September 2026. Dalam pameran tersebut, PT Indotruck Utama bersama Volvo hadir dengan tema “Power Your Ambition”, yang menyoroti pentingnya kesiapan operasional di sisi pengguna seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan komersial.

Kesiapan SDM dan Peran Telematik

Praktisi logistik, Netty Sri Rejeki, menekankan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Hal ini dikarenakan pola pengoperasian kendaraan listrik memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kendaraan konvensional.

“Keberhasilan penggunaan kendaraan listrik sangat bergantung pada kesiapan operator. Pengemudi perlu memahami cara mengoperasikan kendaraan dan memperhatikan informasi pada panel instrumen agar efisiensi serta keselamatan operasional tetap terjaga,” ujar Netty.

Selain kemampuan teknis pengemudi, pemanfaatan sistem telematik menjadi solusi bagi perusahaan jasa transportasi alat berat untuk memantau perilaku kendaraan secara real-time. Melalui data digital, perusahaan dapat mengawasi tindakan pengereman mendadak, manuver, hingga kecepatan untuk menjaga disiplin pengemudi di lapangan.

Infrastruktur dan Perlindungan Aset

Tantangan lain dalam mengadopsi kendaraan listrik adalah kelayakan investasi yang sangat bergantung pada infrastruktur pengisian daya. Netty menilai pembangunan fasilitas pengisian harus dilakukan secara terstruktur agar unit kendaraan dapat beroperasi optimal sesuai kebutuhan bisnis.

Ia menambahkan bahwa kendaraan dan fasilitas pengisian harus dipandang sebagai satu kesatuan solusi untuk memberikan kepastian operasional bagi pengguna. Di sisi lain, aspek perlindungan aset, khususnya baterai, tidak boleh diabaikan.

Mengingat baterai merupakan komponen dengan nilai investasi tertinggi, Netty menyarankan adanya penyesuaian perlindungan asuransi yang mengikuti perkembangan teknologi ini. Langkah tersebut penting untuk mengelola risiko finansial selama masa operasional kendaraan.








Faktor Kesiapan Fokus Utama
Sumber Daya Manusia Pemahaman panel instrumen, karakteristik kendaraan listrik, dan keselamatan.
Teknologi Digital Sistem telematik untuk memantau pengereman, manuver, dan kecepatan.
Infrastruktur Pembangunan fasilitas pengisian daya yang terstruktur dan terintegrasi.
Manajemen Risiko Penyesuaian asuransi khusus untuk komponen baterai bernilai tinggi.

Kemitraan Strategis dan Solusi Terintegrasi

Pakar teknologi truk, Justinus Ade Sanjaya, berpendapat bahwa pelanggan saat ini membutuhkan mitra yang memahami ekosistem bisnis secara menyeluruh. Keputusan pemilihan peralatan harus berkorelasi langsung dengan produktivitas dan kesinambungan operasi.

“Pelanggan membutuhkan mitra yang memahami bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan peralatan, produktivitas, pemeliharaan, ketersediaan unit, pemantauan digital, sampai kesiapan menghadapi perubahan teknologi,” jelas Justinus.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PT Indotruck Utama terus memperkuat layanan terintegrasi melalui Volvo Trucks dan Volvo Construction Equipment. Dalam ajang Mining Expo 2026, mereka juga memperkenalkan Volvo FMX Edge serta berbagai solusi digital yang dirancang untuk mendukung sektor pertambangan, konstruksi, dan logistik dalam menghadapi era transisi energi. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *