
PROGRAM restrukturisasi dan efisiensi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pariwisata serta pendukungnya memasuki babak baru. Sebanyak 120 fasilitas hotel milik BUMN resmi dikonsolidasikan di bawah pengelolaan InJourney Hospitality sebagai bagian dari skema integrasi jaringan akomodasi nasional.
Langkah penyatuan pengelolaan ini merupakan bagian dari kebijakan penataan (streamlining) BUMN guna menciptakan ekosistem bisnis yang lebih fokus, efisien, serta memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional. Melalui penggabungan portofolio ini, jaringan hospitality tersebut kini mencatatkan kapasitas sebagai salah satu grup pengelola hotel terbesar di Indonesia.
Pembahasan mengenai pengembangan arah strategis jaringan hotel terpadu ini berlangsung dalam pertemuan antara Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama InJourney, Maya Watono, di Jakarta pada Rabu (22/7/2026).
Dony menjelaskan bahwa penyatuan manajemen hotel pelat merah ini bukan sebatas penggabungan aset fisik semata, melainkan integrasi sistem operasional guna meningkatkan efisiensi dan daya saing industri akomygodasi di tingkat global.
“Konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan aset, tetapi membangun operator hotel nasional yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Melalui integrasi di bawah naungan InJourney Group, transformasi sektor perhotelan BUMN ditargetkan mampu memunculkan standar pelayanan baru berbasis keramahtamahan lokal yang terstandarisasi. Langkah ini diproyeksikan bakal memperkuat pilar penunjang industri pariwisata nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (H-2)
