Hepatitis Sering tak Bergejala, Kenali Tanda Awal dan Cara Mencegahnya
ilustrasi konslutasi tentang organ hati.( Magnific)

HEPATITIS merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, efek samping obat-obatan tertentu, maupun gangguan autoimun. Penyakit ini perlu diwaspadai karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga kerusakan hati dapat terjadi secara perlahan tanpa disadari.

Organ hati memiliki peran penting dalam tubuh, seperti menyaring racun, membantu proses pencernaan, menyimpan nutrisi, serta memproduksi berbagai zat yang dibutuhkan tubuh. Ketika hati mengalami peradangan akibat hepatitis, fungsi-fungsi tersebut dapat terganggu. Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis dapat berkembang menjadi sirosis, gagal hati, hingga kanker hati, terutama pada infeksi hepatitis B dan hepatitis C yang bersifat kronis.

Salah satu tantangan dalam penanganan hepatitis adalah banyak penderita yang tidak menyadari dirinya terinfeksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar penderita hepatitis B maupun hepatitis C tidak mengalami gejala pada tahap awal sehingga baru terdiagnosis ketika telah terjadi komplikasi pada hati.

Meski demikian, terdapat beberapa tanda yang patut diwaspadai, antara lain tubuh mudah lelah, demam, kehilangan nafsu makan, mual, nyeri pada perut bagian kanan atas, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, serta kulit dan bagian putih mata menguning atau penyakit kuning (jaundice). Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pencegahan hepatitis dapat dilakukan melalui berbagai langkah. Vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah hepatitis A dan hepatitis B. Selain itu, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan makanan dan minuman, tidak berbagi jarum suntik maupun alat pribadi seperti pisau cukur dan sikat gigi, menerapkan perilaku seksual yang aman, serta memastikan tindakan medis dilakukan menggunakan peralatan yang steril. Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis C, sehingga pencegahannya berfokus pada upaya menghindari paparan darah yang terinfeksi.

Selain menjalani pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko tinggi. Deteksi dini memungkinkan hepatitis ditangani lebih cepat sehingga risiko kerusakan hati yang lebih berat dapat ditekan. Dengan mengenali tanda-tanda awal dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat menjaga kesehatan hati sekaligus menurunkan risiko komplikasi akibat hepatitis.(Sumber: World Health Organization/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *