iPhone 18 Pro Hadir dengan Kamera Canggih, tetapi Sulit Diperbaiki
iPhone 18 Pro Max(Doc Apple)

Salah satu fitur baru yang menjadi perhatian pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max adalah kamera dengan mekanisme aperture variabel. Namun, teknologi tersebut disebut memiliki tingkat kesulitan perbaikan yang sangat tinggi apabila mengalami kerusakan.

Hal itu terungkap setelah komunitas perbaikan perangkat iFixit membongkar iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max untuk melihat lebih dekat sistem kamera aperture variabel yang digunakan Apple.

Dikutip dari Engadget, Senin (21/9), iFixit menemukan mekanisme aperture variabel dengan enam bilah yang saling tumpang tindih pada bagian lensa kamera. Komponen tersebut dirancang dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Menurut iFixit, ketebalan bilah pada mekanisme tersebut bahkan sangat tipis, yakni setidaknya mendekati ketebalan sehelai rambut manusia. Mereka menilai desain tersebut sebagai sebuah pencapaian teknik presisi, tetapi sekaligus membuat komponen menjadi sangat sulit untuk diperbaiki.

Mekanisme aperture variabel membutuhkan tingkat toleransi yang sangat ketat agar dapat bekerja dengan baik. Karena itu, kesalahan kecil saat membongkar atau memasangnya kembali berpotensi membuat mekanisme tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

iFixit menyebut hanya sedikit teknisi atau penggemar reparasi yang memiliki peralatan, teknik, dan pengetahuan untuk membongkar mekanisme tersebut kemudian memasangnya kembali dengan benar.

Selain itu, penggunaan perekat yang kuat turut menjadi tantangan dalam proses perbaikan. Kondisi tersebut membuat perbaikan komponen secara individual menjadi jauh lebih rumit.

Jika terjadi kerusakan pada mekanisme aperture variabel, iFixit menyarankan penggantian modul kamera secara keseluruhan dibandingkan mencoba memperbaiki bagian mekanismenya satu per satu.

Kamera pada iPhone sendiri selama ini memang dikenal bukan sebagai komponen yang mudah diperbaiki secara mandiri. Kehadiran mekanisme aperture variabel menambah kompleksitas karena terdapat lebih banyak komponen bergerak yang berpotensi mengalami kerusakan.

Akibatnya, biaya perbaikan juga berpotensi lebih tinggi apabila modul kamera harus diganti secara keseluruhan.

Bukan Teknologi Baru

Aperture variabel sebenarnya bukan teknologi baru di industri smartphone. Samsung menjadi salah satu produsen yang pernah menerapkan mekanisme tersebut pada perangkatnya melalui Galaxy S9 yang diperkenalkan pada 2018.

Teknologi tersebut memungkinkan kamera menyesuaikan bukaan lensa berdasarkan kondisi pemotretan. Secara teori, mekanisme ini dapat membantu mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor dan memberikan fleksibilitas lebih dalam pengambilan gambar.

Namun, Samsung kemudian tidak lagi menggunakan teknologi aperture variabel pada sejumlah generasi smartphone berikutnya. Salah satu pertimbangannya adalah manfaat peningkatan kualitas gambar yang dinilai tidak sebanding dengan kompleksitas mekanisme tersebut.

Kini, Apple kembali membawa teknologi serupa melalui iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kehadirannya menawarkan kemampuan fotografi baru, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal perbaikan perangkat. (Z-4)

Sumber: antara



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *