
PRESIDEN Prabowo Subianto memaparkan konsep Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan dikembangkan sebagai pusat layanan ekonomi terpadu di seluruh desa di Indonesia. Koperasi tersebut tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat distribusi barang bersubsidi, layanan kesehatan, logistik, hingga penguatan sektor perikanan.
Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7), Prabowo mengatakan seluruh warga desa akan menjadi anggota KDKMP sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. “Kooperasi kita nanti, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, kooperasi yang anggotanya seluruh, seluruh rakyat penduduk di desa itu,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan koperasi akan menyediakan fasilitas pembiayaan dengan bunga yang lebih rendah melalui layanan mikrokredit dan supermikrokredit. Menurutnya, pemerintah telah memangkas bunga pinjaman yang sebelumnya mencapai 22% menjadi 8% untuk meringankan beban masyarakat “Saya maunya 5%. Tapi bankir-bankir Pak Rosan CS itu, jangan Pak terlalu tipis kita punya ongkos. Oke, 8 %. Tapi dibandingkan dengan 22%, lumayan 8%,” ujarnya.
Prabowo mengatakan KDKMP akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya akan tersedia kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat generik dengan harga lebih murah, gudang penyimpanan, fasilitas logistik, hingga cold storage untuk menjaga kualitas hasil panen petani.
Pemerintah juga memutuskan seluruh barang bersubsidi disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Prabowo, kebijakan itu bertujuan memastikan subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan tidak lagi diperjualbelikan atau diselewengkan.
“Saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui koperasi desa Merah Putih. Harus. Saya katakan ini harus. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan dialah yang terima,” katanya.
Selain menyasar sektor pertanian, pemerintah juga akan membentuk koperasi nelayan di berbagai daerah. Melalui koperasi tersebut, nelayan akan memperoleh fasilitas gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan yang dikelola secara bersama oleh koperasi. Seluruh bantuan itu, kata Prabowo, bukan hibah, melainkan pembiayaan yang akan dicicil kembali dari hasil usaha para nelayan.
Prabowo memperkirakan keberadaan KDKMP akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pemerintah memproyeksikan sekitar Rp223 triliun akan berputar setiap tahun di desa-desa, sementara pendapatan petani, peternak, dan nelayan diperkirakan meningkat hingga Rp202 triliun. Di saat yang sama, koperasi juga diharapkan mampu memangkas biaya logistik yang selama ini dinilai masih tinggi dan tidak efisien.
Menurut Prabowo, KDKMP akan dibangun di seluruh desa tanpa membedakan pilihan politik masyarakat. Ia menegaskan program tersebut merupakan kebijakan untuk seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan kelompok atau partai tertentu.
“Kooperasi nanti ini akan berada di semua desa, di semua daerah. Tidak pandang apakah desa itu desa yang milih Gerindra atau tidak. Tidak peduli apakah di kabupaten itu Prabowo menang atau tidak. Saya bukan Presidennya Gerindra. Saya bukan Presidennya siapa-siapa. Saya Presidennya rakyat Indonesia semuanya,” pungkas Prabowo. (Mir/P-3)
