Amankan Pasokan Batu Bara untuk PLTU, Pemerintah Dorong PLN Percepat Kontrak
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).(Antara)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong PT PLN (Persero) untuk mempercepat kontrak dengan badan usaha pertambangan terkait penugasan pengiriman batu bara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan bahwa kontrak menjadi dasar pelaksanaan pengiriman batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Karena itu, kami terus mendorong PLN EPI (Energi Primer Indonesia) untuk mempercepat proses kontrak sehingga penugasan yang telah diberikan dapat segera direalisasikan menjadi pengiriman,” ujar Tri dalam keterangan yang dikutip, Minggu (12/7).

Ditjen Minerba terus berkoordinasi dengan PLN EPI dan badan usaha pertambangan untuk memastikan pasokan batu bara ke PLTU tepat waktu, sesuai volume, dan memenuhi spesifikasi.

“Pemerintah terus memastikan agar kebutuhan batubara PLN pada semester II 2026 dapat dipenuhi sesuai jadwal dan spesifikasi pembangkit. Untuk itu, koordinasi dan percepatan penyelesaian kontrak perlu terus dilakukan,” tegas Tri.

Melalui penguatan pemantauan dan percepatan kontrak, Kementerian ESDM berkomitmen menjaga keandalan pasokan batu bara bagi sektor kelistrikan nasional, serta memastikan pelaksanaan pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) berjalan secara konsisten dan terukur.

Untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLN sebesar 154 juta metrik ton pada 2026, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan yang telah memiliki RKAB dengan total volume 212 juta metrik ton.

Tri Winarno mengatakan, penugasan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk memastikan kecukupan dan keberlanjutan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN.

Hingga Mei 2026, sebanyak 144 juta metrik ton penugasan telah dikontrakkan, dengan perkiraan realisasi pengiriman mencapai 130,5 juta metrik ton. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *