Pembukaan Rute Baru ke Indonesia Timur Diharap Dorong Pariwisata Daerah
ilustrasi(TransNusa)

Konektivitas penerbangan yang semakin luas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi di berbagai daerah. Seiring meningkatnya mobilitas wisatawan di Asia Tenggara, penambahan rute penerbangan juga diharapkan memperkuat akses menuju destinasi unggulan Indonesia yang selama ini relatif terbatas.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) membuka dua rute baru ke Indonesia timur yaitu Denpasar-Wakatobi dan Denpasar-Waingapu. Penambahan jaringan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas regional sekaligus memperluas akses menuju destinasi wisata di Indonesia Timur.

Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan rute baru tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan penerbangan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Pembukaan rute menuju Wakatobi, dan Waingapu merupakan bagian dari strategi ekspansi jaringan penerbangan TransNusa untuk menghadirkan konektivitas yang lebih baik ke berbagai destinasi potensial. Kami percaya kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).

TransNusa menjadi maskapai pertama yang menghadirkan penerbangan langsung dari Bali menuju Wakatobi. Sebelumnya, wisatawan umumnya harus transit melalui Jakarta, Makassar, atau Kendari untuk mencapai Wakatobi. Bernard mengatakan kehadiran rute tersebut sekaligus memperkuat peran Bali sebagai hub internasional yang menghubungkan wisatawan mancanegara dengan berbagai destinasi wisata di Indonesia Timur.

Penjualan tiket kedua rute domestik telah dibuka sejak 30 Juni 2026. Penerbangan perdana Denpasar–Waingapu dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 dengan frekuensi empat kali sepekan dan tarif promosi mulai Rp1.349.000. Sementara penerbangan Denpasar–Wakatobi akan mulai beroperasi sehari kemudian, yakni 16 Juli 2026, sebanyak tiga kali sepekan dengan harga promosi mulai Rp1.849.000.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyambut positif pembukaan penerbangan langsung dari Bali menuju Wakatobi. Menurutnya, akses yang semakin mudah akan memperbesar peluang kunjungan wisatawan ke salah satu kawasan konservasi laut terbesar di dunia.

“Hadirnya penerbangan TransNusa dari Bali menuju Wakatobi akan semakin membuka akses bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam bawah laut Wakatobi yang luar biasa. Wakatobi memiliki sekitar 750 dari total 850 spesies karang yang ada di dunia. Artinya, hampir 90 persen variasi spesies karang dunia dapat ditemukan di perairan Wakatobi. Potensi luar biasa ini menjadi daya tarik yang harus terus kita kembangkan agar semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, berkunjung ke Sulawesi Tenggara,” kata Hugua.

Selain ke Indonesia timur, TransNusa juga membuka satu rute internasional yaitu Jakarta-Bangkok. Penerbangan tersebut akan mulai beroperasi pada 6 Agustus 2026 dengan frekuensi dua kali sehari melalui Bandara Internasional Suvarnabhumi. Perusahaan juga menawarkan tarif promosi mulai Rp2.999.000 untuk sekali perjalanan. Menurut Bernard, tingginya minat wisatawan Indonesia berkunjung ke Thailand, serta meningkatnya ketertarikan wisatawan Thailand terhadap destinasi di Indonesia, menjadi salah satu pertimbangan perusahaan memperkuat konektivitas antara kedua negara. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *