
Berat badan berlebih tidak hanya berkaitan dengan kesehatan metabolik, tetapi juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kesehatan reproduksi perempuan. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara obesitas dan kesuburan, terutama melalui perubahan hormonal dan ovulasi.
Obesitas dan Gangguan Ovulasi
Dikutip dari penelitian yang dapat diakses melalui National Library of Medicine (NIH), Susanna Marinelli, Gabriele Napoletano, Marco Straccamore, dan Giuseppe Basile menjelaskan bahwa obesitas berkaitan dengan penurunan kesuburan perempuan.
Perempuan dengan obesitas, terutama yang mengalami penumpukan lemak di area perut, dapat memiliki peluang konsepsi yang lebih rendah pada setiap siklus. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi sumbu hormon hipotalamus-hipofisis-ovarium yang berperan penting dalam proses reproduksi.
Gangguan hormonal ini berpotensi menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan meningkatkan risiko gangguan ovulasi.
Bisa Berkaitan dengan Kualitas Sel Telur
Dikutip dari penelitian yang sama, perubahan metabolisme akibat obesitas juga dapat memengaruhi lingkungan tempat sel telur berkembang. Peningkatan insulin, leptin, serta gangguan metabolisme lainnya dapat berpengaruh terhadap perkembangan folikel dan pematangan sel telur.
Sementara itu, dilansir dari Shukan Hospital, obesitas juga berkaitan dengan resistensi insulin dan polycystic ovary syndrome (PCOS), yang dapat menyebabkan gangguan ovulasi dan turut memengaruhi kesuburan perempuan.
Penting Menjaga Kesehatan Reproduksi
Menjaga berat badan dalam rentang sehat dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin juga penting untuk mendukung kesehatan metabolik serta keseimbangan hormon.
Meski demikian, kesuburan dipengaruhi berbagai faktor. Karena itu, perempuan yang mengalami kesulitan hamil sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui faktor penyebabnya secara menyeluruh.
Sumber: NIH, sukhan Hospital
