Paparan Cahaya Terang Setiap Hari Berpotensi Cegah Demensia
Ilustrasi(Magnific)

MENJAGA kesehatan otak dan ketajaman berpikir seiring bertambahnya usia kini bisa dimulai dari langkah yang sangat sederhana. Sebuah studi ilmiah terbaru mengungkapkan paparan cahaya terang setiap hari secara konsisten dapat menjadi metode efektif untuk melindungi diri dari risiko demensia dan penurunan fungsi kognitif.

Penelitian ini menyoroti pentingnya ritme sirkadian, yaitu jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun manusia, terhadap performa kesehatan otak. Seiring bertambahnya usia, jam biologis ini sering kali mengalami gangguan, yang kemudian kerap dikaitkan dengan fase awal perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Para peneliti menemukan paparan cahaya terang, baik dari sinar matahari alami di pagi hari maupun melalui perangkat lampu terapi khusus (light box), bekerja menstimulasi bagian otak yang disebut suprachiasmatic nucleus. Bagian ini berfungsi sebagai jam utama tubuh kita. Ketika bagian otak tersebut menerima stimulasi cahaya yang optimal, kualitas tidur di malam hari akan meningkat secara signifikan.

Kualitas tidur yang baik inilah yang menjadi kunci utama. Saat kita tertidur pulas, otak akan mengaktifkan sistem pembersihan limbah metabolik, termasuk membersihkan penumpukan protein beracun seperti beta-amiloid dan tau. Penumpukan kedua jenis protein inilah yang selama ini diidentifikasi oleh para ilmuwan sebagai pemicu utama kerusakan sel saraf pada penderita demensia.

Selain menjaga kebersihan otak, paparan cahaya terang harian juga terbukti mampu meningkatkan suasana hati (mood) dan fokus, serta menekan tingkat kecemasan. Gangguan kecemasan dan depresi jangka panjang diketahui menjadi salah satu faktor risiko eksternal yang dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif pada lansia.

Untuk mendapatkan manfaat optimal ini, para ahli menyarankan masyarakat untuk meluangkan waktu setidaknya 20-30 menit setiap pagi guna mendapatkan paparan cahaya terang. Langkah praktis ini bisa dilakukan dengan cara berjalan-jalan di luar ruangan saat matahari terbit atau duduk di dekat jendela yang terpapar sinar matahari langsung.

Bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas atau tinggal di wilayah dengan akses sinar matahari yang minim, penggunaan lampu terapi khusus dengan intensitas cahaya yang terukur dapat menjadi alternatif solusi yang tidak kalah efektif. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang yang mudah diterapkan oleh siapa saja demi menjaga kualitas hidup di usia tua. (EArth/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *