
PETENIS Jepang, Naomi Osaka, berhasil mengukir sejarah baru dalam kariernya dengan melaju ke babak keempat turnamen Wimbledon untuk pertama kalinya. Kepastian ini didapat setelah Osaka menumbangkan unggulan Australia, Daria Kasatkina, dalam laga yang berlangsung di All England Club, London, pada Jumat (3/7) waktu setempat.
Osaka tampil sangat dominan dan hanya membutuhkan waktu 65 menit untuk menyudahi perlawanan Kasatkina dengan skor akhir 6-1 dan 6-3. Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi Osaka atas Kasatkina dengan rekor pertemuan 4-0 tanpa balas.
Lengkapi Koleksi Babak Keempat Grand Slam
Keberhasilan menembus babak keempat di lapangan rumput London ini menjadi kepingan terakhir bagi Osaka. Kini, mantan petenis nomor satu dunia tersebut telah berhasil mencapai babak keempat di seluruh empat turnamen Grand Slam. Ia tercatat sebagai petenis aktif ke-31 yang mampu meraih pencapaian prestisius tersebut.
| Turnamen Grand Slam | Pencapaian Terbaik (Babak Keempat/Lebih) |
|---|---|
| Australian Terbuka | 3 Kali (Termasuk 2 Gelar Juara) |
| Roland Garros (Prancis Terbuka) | 1 Kali |
| Wimbledon | 1 Kali (Edisi 2026) |
| Amerika Serikat Terbuka | 4 Kali (Termasuk 2 Gelar Juara) |
Jalannya Pertandingan
Osaka memulai set pertama dengan sangat agresif. Ia hanya kehilangan lima poin saat memegang servis, yang membuatnya menutup set pertama dengan skor telak 6-1. Memasuki set kedua, Osaka sempat unggul 3-1 sebelum Kasatkina memberikan perlawanan sengit.
Kasatkina, yang merupakan mantan petenis peringkat delapan dunia, sempat menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui reli panjang dan pukulan forehand yang akurat. Namun, Osaka kembali menemukan ritme permainannya. Ia mematahkan servis Kasatkina pada gim ketujuh yang krusial dan akhirnya menyapu bersih gim-gim berikutnya untuk menang 6-3.
Peran Pelatih dan Adaptasi Lapangan Rumput
Peningkatan performa Osaka di lapangan rumput tidak lepas dari tangan dingin pelatih Tomasz Wiktorowski. Osaka mengakui bahwa sebelumnya ia cukup keras kepala mengenai gaya bermainnya di permukaan rumput. Namun, di bawah arahan Wiktorowski, ia mulai memahami bahwa permainan di lapangan rumput harus lebih mengalir.
“Kami melakukan banyak hal yang berbeda. Itu membuat saya lebih memahami tenis lapangan rumput,” ujar Osaka. Ia menambahkan bahwa latihan variasi yang diterapkan pelatih memaksanya untuk lebih berani bermain di depan net serta lebih sigap dalam membaca arah dan kecepatan bola.
Sebelum mencapai babak keempat Wimbledon tahun ini, performa Osaka di lapangan rumput memang menunjukkan tren positif, termasuk keberhasilannya menembus final turnamen Bad Homburg sepekan sebelumnya. (Ant/Z-1)
