
PERILAKU konsumen dalam memilih wewangian kini mengalami pergeseran yang signifikan. Generasi Milenial dan Gen Z tampil sebagai smart shoppers yang lebih kritis. Mereka aktif mencari wewangian dengan konsentrasi tinggi dan ketahanan maksimal sekelas Extrait de Parfum, namun tetap mempertahankan prinsip ramah di kantong.
Tren ini diperkuat oleh riset global dari Mintel bertajuk The Changing Definition of Luxury in Fragrance. Data menunjukkan bahwa mayoritas konsumen (57%) kini mendefinisikan kemewahan sebuah parfum dari kualitas bahan dan racikannya, bukan lagi sekadar dari label harga yang mahal (39%). Perubahan paradigma ini mengubah lanskap industri wewangian, di mana aspek fungsionalitas dan kualitas cairan parfum menjadi prioritas utama dalam mesin pencarian konsumen saat ini.
Menjawab pergeseran tren tersebut, Priskila sebagai salah satu pemain di industri wewangian tanah air turut mengadopsi preferensi baru ini. Memanfaatkan momentum pameran kecantikan Jakarta X Beauty (JXB) 2026 di JCC Senayan, mereka menghadirkan konsep ruang sensorik interaktif bertema “SCENTORY: The Signature of Experience”. Fasilitas ini dirancang agar publik dapat mengeksplorasi langsung karakter aroma serta keunggulan konsentrasi minyak wangi modern.
Head of Marketing Priskila, Risa Trisanti, menjelaskan cara memilih keharuman tubuh terus berkembang mengikuti gaya hidup modern.
“Kami melihat adanya pergeseran perilaku konsumen, terutama Milenial dan Gen Z sebagai smart shoppers yang kini semakin mencari parfum dengan konsentrasi tinggi seperti Extrait de Parfum dan ketahanan aroma yang lebih lama, namun tetap dengan harga yang friendly price,” ujarnya.
Formulasi wewangian masa kini juga dituntut memenuhi standar keamanan internasional seperti International Fragrance Association (IFRA) Compliant, serta mengantongi sertifikasi BPOM dan Halal. Langkah ini krusial untuk memberikan jaminan keamanan di tengah tingginya permintaan pasar.
Dari sudut pandang psikologi konsumen pria, wewangian kini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan. Brand Manager Bellagio Homme, Ivansyah, menyebutkan karakter seorang pria modern tercermin dari aroma yang digunakannya.
“Bagi Bellagio, seorang real gentleman tidak hanya dikenal dari penampilannya, tetapi juga dari karakter yang berani, percaya diri, serta mampu membawa nilai positive masculinity dalam kesehariannya,” ungkapnya.
Di sisi lain, konsep kemewahan yang inklusif juga semakin diminati. Konsumen percaya bahwa wewangian premium yang terinspirasi dari tren global seharusnya bisa diakses oleh siapa saja. Brand Manager Casablanca, X’Tyna Martha, menambahkan, “Kami percaya bahwa parfum premium seharusnya tidak lagi identik dengan harga yang mahal.”
Melalui kehadiran ruang multisensori di JXB 2026, masyarakat diajak membedakan karakter aroma mulai dari nuansa elegan, maskulin, hingga kesegaran dinamis khas urban. Tren ini membuktikan industri wewangian lokal berhasil mendobrak stigma lama: bahwa untuk tampil wangi dan memikat sepanjang hari, konsumen tidak harus merogoh kocek terlalu dalam.
