
FILM Empat Musim Pertiwi karya sutradara Kamila Andini resmi terpilih sebagai wakil Indonesia untuk ajang Oscar 2027 dan dijadwalkan tayang kembali di bioskop mulai 8 Oktober mendatang. Mengusung genre suspensi drama, film ini memotret realitas pahit ketidakadilan di Indonesia melalui narasi yang emosional dan penuh harapan.
Dalam sesi press screening yang digelar Jumat (2/10), Kamila Andini mengungkapkan bahwa proyek ini telah dirancang sejak 2017. Namun, ia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mematangkan perspektif dan kesiapan emosional sebelum mengeksekusi cerita yang kompleks ini.
“Film ini merendahkan hati saya dalam berbagai cara. Cerita ini memberikan kesadaran dan pemahaman baru bagi saya,” ujar Kamila.
Isu kekerasan seksual menjadi elemen sentral yang dihadirkan dengan penuh kehati-hatian. Kamila mengakui bahwa proses penyusunan narasi dilakukan secara perlahan demi menghormati sensitivitas topik tersebut. Ia ingin memastikan pesan mengenai ketidakadilan tersampaikan tanpa kehilangan sisi kemanusiaan dari para karakternya.
Kamila juga menyoroti latar belakang penulisan naskah yang dimulai saat RUU TPKS belum disahkan, sebuah masa di mana frustasi terhadap perlindungan hak perempuan sangat terasa. Melalui riset dan perbincangan dengan para penyintas, ia menemukan perspektif bahwa yang dicari korban bukanlah sekadar balas dendam, melainkan ruang aman dan ketenangan hidup.
Secara sinopsis, Empat Musim Pertiwi mengikuti perjalanan Pertiwi (Putri Marino) yang kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun mendekam di penjara. Kepulangannya disambut dingin oleh warga dan keluarga, kecuali oleh Mak Ira (Christine Hakim) dan Bisma (Arya Saloka).
Pertiwi harus menghadapi trauma masa lalu yang kelam, yang diibaratkan sebagai empat musim dalam hidupnya. Film ini menggambarkan perjuangan seorang perempuan untuk bangkit dari kegelapan menuju cahaya, membuktikan bahwa kekuatan bisa muncul dari kerapuhan akibat ketidakadilan sistemik. (Z-10)
