
MEMASUKI tahun ke-12 penyelenggaraannya, Prambanan Jazz Festival (PJF) kembali menyapa para pencinta musik tanah air. Perhelatan tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 3, 4, dan 5 Juli 2026, bertempat di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Tahun ini, PJF mengusung tema penuh optimisme, Celebrate The Joy.
CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengungkapkan bahwa esensi dari tema tersebut adalah menghadirkan rasa hangat sebuah kepulangan. Ia memandang festival ini bukan sekadar ajang musik, melainkan sebuah rumah bagi para penikmatnya.
“Prambanan Jazz Festival kami tempatkan ibarat sebagai rumah untuk pulang. Karena itulah, mari kita rayakan kepulangan ini dengan sebesar-besarnya,” tutur Anas saat memberikan keterangan di Kompleks Candi Prambanan, Kamis (2/7).
Line-up Global dan Lokal
PJF 2026 dirancang sebagai ruang perayaan inklusif yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Festival ini menjanjikan perpaduan antara daya tarik global dan idealisme musikal yang kuat. Sederet bintang internasional dipastikan akan memeriahkan panggung, bersanding dengan talenta-talenta terbaik Indonesia.
| Kategori Penampil | Nama Musisi |
|---|---|
| Internasional | NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, The Rose |
| Jazz & Nasional | Joey Alexander, Rio Febrian, Salma Salsabil |
| Lintas Genre | Perunggu, The Panturas, White Chorus, Jogja Hip Hop Foundation |
Regenerasi dan Kolaborasi Seni
Selain menghadirkan musisi papan atas, PJF tetap konsisten menjaga masa depan musik Indonesia melalui program “I’m Jazz a Kids”. Program ini memberikan panggung bagi musisi jazz muda untuk berkolaborasi dengan senior mereka. Kategori usia yang terlibat meliputi:
- Senandung: Usia 7–9 Tahun
- Irama: Usia 10–12 Tahun
- Harmoni: Usia 13–15 Tahun
Sisi visual festival juga digarap serius dengan menggandeng seniman kontemporer Eko Nugroho sebagai Commissioned Artist. Eko menghadirkan instalasi visual ceria yang menyambut pengunjung sejak pintu masuk. Tak hanya itu, pengunjung akan disuguhi pertunjukan multidimensi “Wayang Bocor” yang melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara Eko Nugroho, dalang Ki Catur Kuncoro, komposer Ari Wulu, koreografer Eko Supriyanto, hingga maestro tari Didik Nini Thowok.
Komitmen Hijau dan Ramah Keluarga
PJF 2026 juga memelopori gerakan hijau di industri hiburan melalui Sustainability Program. Bekerja sama dengan Get Plastic dan Lokalogi, festival ini menerapkan sistem Event Waste Management (EWM) yang inovatif. Salah satu buktinya adalah Panggung Langgam yang sepenuhnya dioperasikan menggunakan bahan bakar hasil olahan sampah plastik.
Sebagai festival untuk semua usia (all-aged festival), tersedia pula fasilitas Kids Area by Tiny Tunes Ville. Area ini menyediakan berbagai kelas kreatif bagi anak-anak, sehingga orang tua dapat menikmati konser dengan tenang sembari menciptakan momen bahagia bersama keluarga di situs warisan dunia tersebut.
