Pape Gueye Tolak Belai Timnas Senegal Selama Pape Thiaw Menjabat
Pemain timnas Senegal Pape Gueye(AFP/FRAN SANTIAGO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

GELANDANG Villarreal, Pape Gueye, mengejutkan publik sepak bola dengan mengumumkan keputusan untuk “istirahat sejenak” dari membela timnas Senegal. Keputusan pemain berusia 27 tahun ini diambil sebagai bentuk protes terhadap jajaran staf kepelatihan saat ini yang dipimpin oleh Pape Thiaw.

Langkah drastis Gueye ini menyusul kegagalan menyakitkan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia. Dalam laga tersebut, tim berjuluk Singa Teranga itu sempat unggul meyakinkan 2-0 melalui gol Habib Diarra dan Ismaila Sarr.

Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Belgia bangkit lewat gol larut Romelu Lukaku dan Youri Tielemans yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Drama memuncak pada menit ke-125 ketika Belgia dihadiahi penalti kontroversial. Tielemans yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya, sekaligus menyingkirkan Senegal dari turnamen paling bergengsi di dunia tersebut. Gueye sendiri tampil sebagai starter dalam laga itu sebelum digantikan oleh Lamine Camara pada menit ke-66.

Konflik dengan Staf Kepelatihan

Melalui media sosialnya, Gueye menyatakan bahwa dirinya tidak akan kembali ke timnas Senegal selama manajemen saat ini masih berkuasa.

“Saya akan kembali untuk berbicara sedikit tentang eliminasi kami… tetapi hari ini saya mengumumkan bahwa selama staf pelatih ini masih menjabat, saya akan mengambil jeda dari tim nasional,” tulis pemain yang telah mengoleksi 45 caps tersebut.

Pape Thiaw, yang menjabat sebagai pelatih kepala sejak Desember 2024, memang terus menjadi sorotan. Sebelum kegagalan di Piala Dunia, Thiaw berada di pusat kontroversi yang menyebabkan Senegal kehilangan gelar juara Piala Afrika 2025.

Rentetan Kontroversi Pape Thiaw

Pada final Piala Afrika, Januari lalu, melawan Maroko, Thiaw sempat memerintahkan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan (walk-off) sebagai protes atas penalti yang diberikan kepada lawan di masa injury time. Meski pertandingan sempat terhenti selama 17 menit, para pemain akhirnya kembali ke lapangan.

Kala itu, penalti Brahim Diaz berhasil digagalkan dan Pape Gueye sempat menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan di babak tambahan waktu. Namun, pada Maret lalu, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan hasil tersebut dan menyatakan Maroko sebagai pemenang sah akibat aksi mogok bertanding yang diinstruksikan Thiaw.

Saat ini, pihak Senegal dikabarkan telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dengan harapan bisa mendapatkan kembali gelar juara tersebut. Namun, bagi Pape Gueye, ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan Thiaw sudah mencapai puncaknya, membuat gelandang yang mencetak dua gol di fase grup melawan Irak ini memilih menepi dari panggung internasional untuk sementara waktu. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *