Klopp Kesal Gol Jerman Dianulir, padahal Mirip dengan Arsenal
Ilustrasi( ANTARA FOTO/Andri Saputra)

LANGKAH tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026 harus terhenti secara tragis di babak 32 besar. Kekalahan dari Paraguay lewat adu penalti tidak hanya menyisakan duka bagi pendukung Die Mannschaft, tetapi juga memicu gelombang kontroversi akibat keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan gol krusial di babak tambahan.

Insiden yang menjadi perdebatan panas terjadi pada babak pertama perpanjangan waktu. Bek Bayern Muenchen, Jonathan Tah, sebenarnya sempat membawa Jerman unggul melalui sundulan tajam memanfaatkan situasi sepak pojok. Namun, kegembiraan para pemain Jerman terhenti setelah para pemain Paraguay melancarkan protes keras.

Para pemain Paraguay menilai kiper mereka, Orlando Gill, telah dilanggar sebelum bola masuk ke gawang. Wasit Jalal Jayed kemudian meninjau ulang tayangan melalui monitor di pinggir lapangan setelah dipanggil oleh tim VAR. Hasilnya, gol Tah dibatalkan karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay.

Kritik Pedas Juergen Klopp dan Alan Shearer

Keputusan wasit Jalal Jayed memicu reaksi keras dari mantan pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Bertindak sebagai analis di MagentaTV, Klopp menilai pembatalan gol tersebut sangat berlebihan dan merugikan Jerman.

“Kalau gol itu dianggap tidak sah, berarti Arsenal juga tidak akan menjadi juara Liga Inggris. Sebanyak 60% gol mereka lahir dari situasi seperti itu. Bagi kami, pertandingan seharusnya selesai ketika bola masuk ke gawang, karena itu keputusan ini sangat menyakitkan,” ujar Klopp dengan nada kecewa.

Senada dengan Klopp, legenda sepak bola Inggris Alan Shearer juga menyuarakan ketidaksetujuannya. Shearer menilai kontak yang terjadi antara Anton dan Gill terlalu minim untuk dikategorikan sebagai pelanggaran dalam olahraga kontak seperti sepak bola.

“Saya sama sekali tidak setuju dengan keputusan itu. Kiper jatuh hanya karena sentuhan kecil dan itu sangat lunak. Menurut saya, keputusan tersebut sangat buruk. Kiper berhasil mengelabui wasit dan VAR. Cara dia menjatuhkan diri benar-benar berlebihan,” tegas Shearer.

Drama Adu Penalti dan Kegagalan Jerman

Pembatalan gol tersebut terbukti menjadi titik balik mental bagi kedua tim. Hingga 120 menit berakhir, skor kacamata tetap bertahan sehingga pemenang harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Di babak tos-tosan, Jerman justru tampil antiklimaks. Tiga eksekutor mereka, yakni Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah, gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Meski Paraguay sempat menyia-nyiakan dua kesempatan penalti, bek tengah Jose Canale akhirnya muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penentu.

Kemenangan ini membawa Paraguay melaju ke babak 16 besar, sementara Jerman harus pulang lebih awal dengan membawa luka akibat keputusan wasit yang dianggap kontroversial. (Dhk/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *