
MANAJEMEN Persija Jakarta secara resmi menyerahkan proses penyelesaian dugaan tindakan diskriminasi yang menimpa pelatih Shin Tae-yong (STY) kepada Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI). Langkah ini diambil agar insiden tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku di sepak bola nasional.
“Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan,” tulis pernyataan resmi manajemen Persija Jakarta di Jakarta, Selasa (22/9).
Kronologi Insiden di Gianyar
Dugaan tindakan diskriminatif tersebut mencuat saat laga Persija Jakarta melawan Java United dalam lanjutan Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (19/9) itu berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tim Macan Kemayoran.
Namun, suasana kemenangan tersebut ternoda oleh ketegangan yang terjadi di area bangku cadangan kedua tim. Perhatian publik kemudian teralihkan oleh sebuah video yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, diduga melontarkan ucapan yang tidak pantas kepada Shin Tae-yong.
“Kamu di sini hanya pendatang. Ini daerah saya,”
Ucapan tersebut terdengar jelas diarahkan kepada pelatih asal Korea Selatan itu, yang memicu gelombang kecaman dari netizen dan pecinta sepak bola Indonesia.
Meski demikian, manajemen Persija menyadari bahwa potongan video yang beredar mungkin belum menggambarkan konteks lengkap dari perselisihan tersebut.
Menunggu Keputusan Komdis PSSI
Persija Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas kompetisi dengan tidak mengambil langkah sepihak. Klub memilih jalur formal melalui Komdis PSSI agar persoalan ini ditelaah secara mendalam berdasarkan bukti-bukti lapangan dan regulasi kompetisi.
Pihak manajemen berharap Komdis PSSI dapat bekerja secara transparan dan objektif dalam menangani kasus ini. Persija menekankan bahwa segala bentuk diskriminasi tidak memiliki tempat dalam sepak bola Indonesia dan penyelesaiannya harus mengikuti mekanisme hukum olahraga yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Java United maupun Achmad Resal Oktavian belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan ucapan diskriminatif tersebut.
Sementara itu, Komdis PSSI diharapkan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atas insiden di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut. (Ant/Z-1)
