
PEMBALAP Mercedes, George Russell, mengirimkan sinyal kuat dalam persaingan gelar juara dunia Formula 1 2026 setelah sukses merebut podium tertinggi di Grand Prix Austria. Kemenangan di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, pada Minggu (28/6) tersebut menjadi titik balik krusial bagi Russell untuk mengakhiri periode sulit yang ia hadapi selama beberapa bulan terakhir.
Hasil ini sekaligus memangkas jarak poin Russell dengan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, di tabel klasemen. Kemenangan di Spielberg merupakan podium pertama Russell setelah menanti selama 112 hari sejak kejayaan terakhirnya di GP Australia pada awal musim.
Titik Balik Setelah Periode Sulit
Sebelum musim 2026 bergulir, Russell yang kini berusia 28 tahun diunggulkan sebagai kandidat utama juara dunia menyusul perubahan regulasi besar dan kompetitifnya paket mobil Mercedes. Namun, setelah menang di Melbourne, performanya sempat menurun akibat ketidakkonsistenan dan dominasi Antonelli yang memenangi seri Jepang serta Miami secara beruntun.
“Rasanya seperti sudah sangat lama. Beberapa bulan terakhir cukup berat dengan balapan yang sangat sulit, rasanya seperti semuanya berjalan melawan saya,” ujar Russell sebagaimana dikutip dari Crash.
Situasi Russell sempat diperparah dengan rentetan nasib buruk, mulai dari masalah mekanis saat memimpin di Kanada, penalti di Monako, hingga kendala manajemen ban di Barcelona meski sempat meraih pole position. Ia mengakui bahwa performa impresif Antonelli sempat membuatnya berada di titik rendah secara psikologis.
Duel Sengit Melawan Max Verstappen
Kemenangan di Austria tidak didapatkan Russell dengan mudah. Meski memulai balapan dari posisi terdepan dan sempat memimpin dengan nyaman, ia mendapat tekanan hebat dari pembalap Red Bull, Max Verstappen. Juara dunia bertahan tersebut tampil agresif memanfaatkan paket pembaruan mobil Red Bull setelah pit stop terakhir.
Kendati demikian, Russell mampu menjaga ketenangan hingga garis finis. Bos Mercedes, Toto Wolff, bahkan memuji penampilan Russell sebagai balapan yang “berdarah dingin”. Russell sendiri menilai bahwa kehadiran Verstappen membuat kemenangan ini terasa lebih bermakna karena harus diperjuangkan di bawah tekanan besar.
Kunci Kemenangan: Russell mengungkapkan perubahan taktik dalam mengemudi yang berfokus pada manajemen ban menjadi faktor penentu di Red Bull Ring. Ia mengaku mengemudi dengan cara yang tidak biasa untuk menjaga usia ban agar tetap kompetitif hingga akhir balapan.
Menatap Persaingan Gelar Juara
Dengan tambahan poin penuh dari Austria, Russell kini kembali ke posisi kedua klasemen sementara. Ia berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 40 poin dari Antonelli. Dengan sisa 14 seri yang ada, Russell merasa kepercayaan dirinya telah pulih sepenuhnya.
“Tahun ini saya tidak pernah meragukan kemampuan saya. Saya hanya sempat meragukan prosesnya dan saya harus bisa mengatasinya. Setiap putaran dan setiap balapan, saya merasa membuat kemajuan yang sangat baik,” pungkas Russell menjelang balapan kandangnya di Grand Prix Inggris mendatang. (Ndf/I-1)
