
TIM nasional 7 Football Indonesia membidik takhta juara dalam ajang bergengsi Intercontinental Cup 2026 yang akan berlangsung di Roma, Italia, pada 30 Juli hingga 3 Agustus mendatang.
Skuad Merah-Putih yang murni diisi oleh talenta-talenta lokal tanpa jalur naturalisasi ini dipastikan mendapat suntikan motivasi penuh dari penasihat teknis mereka, Shin Tae-yong.
Ketua Umum Indonesia Football 7 Federation, Dudung Abdurachman, menyatakan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kompetisi lokal, termasuk Super League yang terdiri atas Liga 1, Liga 2, dan kategori korporat di Brilian Stadium, Jakarta.
Kompetisi tersebut sukses terselenggara berkat dukungan penuh berbagai pihak strategis seperti BRI, BPJS Ketenagakerjaan, serta Pelindo dalam menyediakan sarana dan prasarana.
Dudung menegaskan bahwa kesiapan timnas saat ini sudah berada dalam level maksimal untuk bersaing di kancah antarkontinental, di mana Indonesia dan Lebanon menjadi dua negara yang terpilih sebagai perwakilan dari zona Asia.
“Ini timnas kita, persiapan sudah maksimal. Saya nanti minta arahan dari Pak STY atau kesiapan timnas kita mudah-mudahan timnas kita mampu berlaga di dunia sepak bola khususnya, khususnya di Football 7,” ujar Dudung kepada pewarta.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan tersebut secara optimistis menargetkan trofi tertinggi bagi anak-anak asuhnya di Italia nanti.
“Dan ini semuanya tanpa naturalisasi ya. Jadi semuanya putra-putra Indonesia yang sudah terpilih. Dan kepada seluruh rakyat Indonesia tentunya saya mohon doa restu. Semoga tim Football 7 ini akan meraih juara di ajang Football 7 internasional ke tingkat ini,” tambahnya.
Sebelum bertolak menuju Roma pada tanggal 28 Juli, skuad Garuda dijadwalkan bakal menjalani pemusatan latihan intensif atau training center (TC) di Tasikmalaya, Jawa Barat, selama 22 hari.
Langkah itu menjadi fase krusial bagi tim kepelatihan guna mematangkan taktik dan merapatkan barisan pemain.
Dari sisi teknis penjaringan, tim pelatih mengungkapkan proses seleksi berjalan secara terbuka, objektif, dan bertahap dengan memantau sekitar 3.600 pemain dari 18 kota di seluruh Indonesia.
Para pemain disaring dari ekosistem mini soccer, korporat, hingga kompetisi resmi nasional. Selama proses penyusunan fondasi tim, jajaran pelatih tidak hanya fokus pada kemampuan olah bola, melainkan juga menyelenggarakan tes psikologi dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical checkup).
Seluruh pemain pun dipastikan telah dilindungi oleh program jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan demi memitigasi risiko cedera selama masa persiapan. Rencananya, sebanyak 25 orang delegasi akan diberangkatkan untuk mengharumkan nama bangsa di Italia.
Di sisi lain, kehadiran Shin Tae-yong sebagai penasihat teknis (technical advisor) di dalam tubuh timnas menjadi pemantik moral yang sangat masif bagi para penggawa Merah-Putih.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menegaskan komitmen kuatnya untuk mendampingi perkembangan cabang olahraga ini secara sukarela, di luar tugas utamanya di level klub.
“Sebelum saya menjabat pelatih Persija, memang saya sudah berkomitmen untuk support Football 7 sebagai technical advisor gitu. Jadi, saya akan membantu semaksimal mungkin agar bisa lolos ke Piala Dunia juga,” ungkap Shin.
Meskipun menyadari adanya batasan dalam ranah birokrasi, pelatih karismatik tersebut berkomitmen untuk hadir langsung ke lapangan demi memberikan injeksi mentalitas bertanding kepada skuad Indonesia sebelum bertolak ke Benua Biru.
“Memang secara administrasi saya ya tidak akan bisa bantu. Tapi saya akan memberikan motivasi kepada para pemain dan saya ingin memberikan pesan kepada para pemain ya adalah jangan kecil hati dan harus mau mengorbankan diri untuk tim di dalam lapangan,” tegasnya.
Shin juga menekankan pentingnya aspek psikologis dan rasa percaya diri yang tinggi ketika berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari benua lain di Roma kelak.
“Yang paling penting tidak boleh kecil hati di dalam lapangan, harus berani, harus percaya diri. Jangan pernah ada keraguan apakah kita bisa menang lawan tim-tim hebat seperti itu dan juga harus punya kepercayaan diri yang kuat gitu,” pungkasnya. (E-4)
