Polsek Johar Baru Tangkap Lima Anggota Geng Motor Brutal
Ilustrasi.(Magnific)

UNIT Reskrim Polsek Johar Baru berhasil meringkus lima pria yang diduga kuat sebagai anggota kelompok geng motor bersenjata tajam. Penangkapan ini dilakukan menyusul aksi penyerangan brutal terhadap warga di Jalan Tanah Tinggi XII, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, yang sempat viral di media sosial.

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 04.20 WIB. Berdasarkan laporan, kelompok penyerang diperkirakan berjumlah 40 orang yang berkonvoi menggunakan sekitar 20 sepeda motor. Mereka melakukan serangan secara acak yang mengakibatkan tiga warga mengalami luka bacok serius di bagian punggung, pinggang, dan lengan.

Komitmen Pemberantasan Premanisme

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh memberantas aksi premanisme dan kejahatan jalanan demi menjamin keamanan publik.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang mengancam keselamatan warga. Seluruh pelaku yang terlibat akan kami kejar dan proses sesuai hukum yang berlaku guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas Reynold, Minggu (28/6/2026).

Identitas Pelaku dan Barang Bukti

Penyelidikan kasus ini dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Johar Baru, Iptu Boy Fernanda Malau. Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dan analisis rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap lima tersangka berinisial P, HS, IW, AS, dan MDP.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain:

  • 2 senjata tajam jenis celurit.
  • 2 sepeda motor yang digunakan saat beraksi.
  • 1 jaket milik tersangka.
  • Rekaman video CCTV di lokasi kejadian.
  • Surat hasil visum et repertum ketiga korban.

Pengejaran Pelaku Lain

Kapolsek Johar Baru, Komisaris Saiful Anwar, menambahkan bahwa saat ini jajarannya masih melakukan pengejaran di lapangan terhadap anggota kelompok lain yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain itu, polisi juga mendalami aktivitas digital kelompok tersebut.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang telah teridentifikasi serta mendalami keterkaitan kelompok gengster yang terlibat, termasuk aktivitas mereka di media sosial,” pungkas Saiful. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *