Kemenkes Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha di RS Leona Kefamenanu NTT
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus dugaan intimidasi yang menimpa dokter Icha, seorang tenaga medis yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil menyusul kabar duka atas wafatnya dokter tersebut yang diduga berkaitan dengan tekanan psikologis.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengonfirmasi bahwa Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan bersama Inspektorat Jenderal Kemenkes tengah memproses penanganan kasus ini. Investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mendalami dugaan intimidasi yang dialami almarhumah oleh individu tertentu.

“Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan,” tegas Aji di Jakarta, Minggu (28/6).

Komitmen Perlindungan Tenaga Kesehatan

Kemenkes mengutuk keras segala bentuk perundungan, intimidasi, maupun penyalahgunaan kewenangan di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut Aji, tindakan tersebut tidak hanya mencederai martabat profesi, tetapi juga berdampak serius pada kondisi psikologis tenaga medis dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Kemenkes akan menempuh koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Pemerintah Daerah setempat, organisasi profesi kedokteran, aparat penegak hukum, serta pihak manajemen Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan adanya perlindungan hukum yang kuat serta penyediaan dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan yang membutuhkan.

Imbauan Menunggu Hasil Investigasi

Sebelumnya, beredar informasi di media massa yang menyebutkan bahwa dokter Icha meninggal dunia akibat bunuh diri. Dugaan sementara mengarah pada kondisi depresi setelah mendapatkan intimidasi dari sejumlah anggota DPRD setempat.

Terkait hal tersebut, Kemenkes meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diharapkan menghormati proses investigasi yang sedang berjalan agar fakta sebenarnya dapat terungkap secara transparan.

“Pengabdian dokter Icha dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia,” pungkas Aji. (Ant/H-3)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *