
MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan pencegahan stunting bersifat menyeluruh. Tidak hanya cukup dengan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi kualitas lingkungan tempat tinggal juga menjadi kunci.
“Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kecukupan gizi, kita juga perlu memastikan bahwa keluarga tinggal di lingkungan yang sehat, memiliki sanitasi yang baik, serta rumah yang layak untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Wihaji saat meninjau langsung implementasi program Genting di Kabupaten Sleman, DIY (25/06).
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) bukan sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan sebuah gerakan gotong royong yang menyentuh akar permasalahan keluarga sasaran secara langsung.
Dwi Rahayu (32) menjadi salah satu sosok yang menerima uluran tangan ini. Warga Dusun Glondong, Tirtomartani, Kalasan, itu merupakan ibu menyusui dengan tiga orang anak, kehadiran bayi mungil berusia 1,5 bulan di tengah situasi ia harus berjuang sendiri setelah ditinggal sang suami, menjadi ujian yang berat.
Di dusun lainnya, Pakem, Kalasan, perjuangan hidup tampak dari Paiyem (73). Lansia yang hidup sebatang kara ini tinggal bersama keponakannya, Heri Kiswanto (33 Tahun) yang bekerja sebagai tenaga lapangan dengan penghasilan 2,8 juta per bulan. Heri harus membagi fokus untuk menghidupi keluarganya, sang istri dan anak balita, sekaligus membantu Paiyem.
Bantuan rehabilitasi rumah senilai 50 juta rupiah per keluarga yang diberikan melalui program Genting menjadi katalisator bagi Dwi Rahayu dan Paiyem untuk mendapatkan hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman. (M-3)
