
MERAWAT rambut tidak hanya sebatas rutin keramas, tetapi juga cermat dalam memilih produk sampo. Banyak konsumen yang membeli sampo hanya berdasarkan aroma, harga, atau klaim pada kemasan, tanpa memperhatikan kandungan di dalamnya.
Padahal, tidak semua bahan yang terdapat dalam sampo aman untuk digunakan dalam jangka panjang. Beberapa kandungan kimia justru berpotensi memicu iritasi, membuat rambut menjadi kering dan rapuh, hingga dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan lainnya.
Dokter spesialis kulit dari Mayo Clinic, Dr. Dawn Marie R. Davis, menekankan pentingnya pemahaman konsumen terhadap komposisi produk yang mereka gunakan. Menurutnya, setiap sampo memiliki bahan dasar pembersih, namun kandungan tambahannya bisa sangat berbeda.
“Memahami kandungan dalam sampo akan membantu Anda menentukan produk yang paling sesuai dengan kondisi rambut dan kulit kepala,” jelas Dr. Davis, seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.
Kandungan Sampo yang Perlu Diwaspadai
Berikut adalah beberapa bahan yang disarankan untuk dihindari atau setidaknya dibatasi penggunaannya karena dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan rambut dan tubuh secara keseluruhan.
1. Sodium Laureth Sulfate (SLS)
Sodium Laureth Sulfate atau SLS adalah agen pembersih yang sangat umum digunakan untuk menghasilkan busa melimpah pada sampo. Meskipun efektif mengangkat minyak dan kotoran, sifatnya yang kuat juga dapat mengikis minyak alami (sebum) yang melindungi rambut dan kulit kepala.
Penggunaan produk dengan SLS secara terus-menerus dapat menyebabkan rambut menjadi kering, mudah kusut, rapuh, dan rentan patah. Bagi orang dengan kulit sensitif, SLS juga berpotensi memicu iritasi, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit kepala.
2. Paraben
Paraben, seperti methylparaben dan propylparaben, berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri dalam produk. Namun, penggunaannya menuai kontroversi karena kemampuannya meniru hormon estrogen dalam tubuh.
Sejumlah penelitian mengaitkan paparan paraben dengan potensi gangguan sistem endokrin (hormon), masalah reproduksi, dan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Karena kekhawatiran ini, beberapa negara, termasuk di Uni Eropa, telah melarang atau membatasi penggunaan jenis paraben tertentu dalam produk kosmetik.
3. PFAS (Forever Chemicals)
Per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS) adalah bahan kimia yang sangat sulit terurai di lingkungan. Paparan PFAS dalam jangka panjang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan kadar kolesterol, gangguan fungsi imun, komplikasi kehamilan, serta peningkatan risiko kanker ginjal dan testis.
4. Triclosan
Zat antibakteri ini telah dilarang oleh FDA Amerika Serikat untuk digunakan dalam sabun antibakteri, tetapi masih bisa ditemukan di produk lain seperti sampo dan pasta gigi. Penelitian menunjukkan triclosan berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dan mendorong munculnya bakteri yang kebal terhadap antibiotik.
Alternatif Kandungan yang Lebih Aman
Sebagai gantinya, pilihlah sampo dengan pelembap alami seperti shea butter, minyak argan, atau turunan kelapa yang lebih lembut. Untuk masalah spesifik, carilah kandungan seperti ketoconazole untuk mengatasi ketombe, atau asam salisilat dan coal tar untuk membantu meredakan kondisi seperti dermatitis seboroik dan psoriasis. (Mayo Clinic/Z-10)
