
PEMERINTAH Venezuela bergerak cepat mengantisipasi bencana susulan setelah gempa kembar besar mengguncang wilayah ibu kota dan sekitarnya. Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengimbau warga untuk segera meninggalkan rumah mereka, serta mengonfirmasi pasokan gas ke beberapa bangunan telah diputus sebagai langkah pencegahan.
“Kami mendapati beberapa struktur bangunan rusak dan kami tidak ingin ada jenis kecelakaan apa pun yang melibatkan gas terjadi,” ujar Cabello seperti dilaporkan AFP.
Gempa besar kali ini kembali menghidupkan trauma masa lalu. Pada 1967, gempa bermagnitudo 6,6 melanda Caracas dan menewaskan lebih dari 200 orang. Kala itu, kerusakan parah menimpa kawasan Palos Grandes dan Altamira, di mana warga juga melaporkan adanya dua guncangan beruntun. Dalam bencana hari Rabu ini, kedua lingkungan tersebut kembali terdampak parah. Lewat siaran televisi negara, Cabello membenarkan “bangunan-bangunan telah runtuh di sana.”
Di sisi lain, Survei Geologi AS (USGS) mengeluarkan peringatan buruk mengenai potensi dampak fatal dari gempa beruntun ini. Menurut USGS, tingginya angka korban jiwa dan kerusakan luas sangat mungkin terjadi di Venezuela. Pihak agensi menyatakan bahwa bencana ini kemungkinan besar meluas dan dapat diikuti oleh gempa susulan dengan guncangan yang berpotensi kuat.
Berdasarkan data pemodelan USGS, terdapat peluang sebesar 44% korban jiwa dapat melebihi 10.000 orang, dan 30% peluang korban jiwa menembus angka 100.000 orang. Selain itu, terdapat risiko signifikan terjadinya tanah longsor serta likuifaksi (pencairan tanah akibat guncangan gempa).
Bencana nasional ini memicu simpati mendalam dari berbagai pihak, termasuk pemimpin oposisi Venezuela sekaligus peraih Nobel Perdamaian, María Corina Machado. Melalui sebuah pernyataan di media sosial X, ia menyampaikan pesan penguatan bagi seluruh warga.
“Hati saya, pelukan tanpa batas saya, dan doa-doa saya menyertai setiap rumah tangga Venezuela di jam-jam penuh kecemasan ini,” tulis Machado. “Semoga kekuatan, ketenangan, dan solidaritas menang di antara kita dalam menghadapi momen sulit ini. Semoga Tuhan melindungi setiap warga Venezuela, keluarga kita, dan rumah kita. Hari ini, lebih bersatu dari sebelumnya.” (BBC/Z-2)
