
BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat peningkatan kinerja seiring transformasi yang dijalankan Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan penggunaan data menjadi fokus utama dalam mendorong performa perusahaan pelat merah.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan pengelolaan BUMN diarahkan agar lebih akuntabel, berbasis data, serta sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, laporan capaian kinerja disusun dengan menekankan akurasi informasi agar publik memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Dony mencontohkan transformasi itu tercermin dari kinerja sejumlah BUMN hingga Mei 2026. Berdasarkan laporan kinerja unaudited, Pelindo membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,01 triliun atau meningkat 94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Pupuk Indonesia Group mencatatkan laba bersih Rp6,70 triliun atau melonjak 230% secara tahunan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata,” ujar Dony, baru-baru ini.
| BUMN/Grup | Periode | Capaian Kinerja | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Pelindo | Hingga Mei 2026 | Laba tahun berjalan Rp2,01 triliun | Naik 94% |
| Pupuk Indonesia Group | Hingga Mei 2026 | Laba bersih Rp6,70 triliun | Naik 230% |
| PLN | 2025 | Pendapatan Rp582,68 triliun | Naik 6,84% |
| Pertamina | 2025 | Pendapatan US$70,89 miliar; laba US$3,35 miliar | Laba naik 7,2% |
Kinerja positif juga terlihat pada PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). PLN mencatat pendapatan tahun 2025 sebesar Rp582,68 triliun, tumbuh 6,84% dari tahun 2024 yang sebesar Rp545,38 triliun. Capaian itu diraih di tengah dinamika ekonomi global serta bencana alam sepanjang 2025.
Pertamina membukukan pendapatan US$70,89 miliar dan laba US$3,35 miliar atau naik 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut turut mengantarkan Pertamina masuk peringkat tiga Fortune Southeast Asia 500.
Catatan positif juga ditorehkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut kapitalisasi pasar gabungan bank Himbara dapat mencapai sekitar Rp1.100 triliun, atau sekitar 10% dari nilai seluruh perusahaan nasional.
| Bank Himbara | Laba Bersih Kuartal I 2026 | Pertumbuhan YoY | Catatan |
|---|---|---|---|
| BRI | Rp15,5 triliun | 13,7% | Didukung pertumbuhan kredit selektif dan kualitas aset terjaga |
| Bank Mandiri | Rp15,4 triliun | 16,6% | ROE 22,1% dan CAR 19,7% |
| BNI | Rp5,6 triliun | 5,2% | Ditopang pendapatan bunga bersih dan nonbunga |
| BTN | Rp1,11 triliun | 22,6% | Didorong transformasi dan pembiayaan perumahan |
Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Himbara tidak hanya dilihat sebagai entitas bisnis, tetapi juga harus memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk membuka kesempatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Meski kinerja keuangan menguat, Rosan menegaskan bank Himbara tetap harus menjalankan peran bisnis dan dukungan terhadap program pemerintah dengan asas kehati-hatian serta profesionalitas.
“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama,” pungkasnya. (Ifa/I-1)
