Wamenko Ekonomi Sambangi BPS Matangkan Kebijakan Kuartal IV
Wamenko Ekonomi Dradjad Hari Wibowo mengunjungi BPS untuk memastikan kebijakan ekonomi kuartal IV-2026 berbasis data (data-driven).(Dok. Antara)

WAKIL Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyambangi Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Senin (12/10), guna mematangkan formulasi kebijakan ekonomi triwulan IV-2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kebijakan pemerintah bersifat data-driven atau berbasis data statistik yang akurat.

Dradjad menjelaskan bahwa koordinasi dengan BPS sangat krusial agar pemerintah dapat memetakan langkah cepat yang diperlukan pada akhir tahun ini. “Agar formulasi kebijakan dan koordinasi kebijakan itu betul-betul berbasis data, sehingga kita bisa cek datanya apa, lalu apa yang perlu segera kami lakukan untuk di kuartal IV sekarang ini,” ujarnya dilansir dari Antara, Senin (12/10).

Selain penguatan data, kunjungan ini bertujuan meningkatkan kelengkapan pencatatan aktivitas ekonomi nasional. Pemerintah mengidentifikasi adanya potensi kegiatan usaha, termasuk operasional Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di daerah, yang mungkin belum terekam sepenuhnya dalam statistik BPS. Kemenko Perekonomian berkomitmen membantu koordinasi antar-kementerian/lembaga (K/L) untuk menutup celah data tersebut.

Sinkronisasi data ini menjadi fondasi bagi paket kebijakan stimulus ekonomi triwulan IV-2026 yang telah diumumkan sebelumnya. Fokus utama pemerintah adalah perlindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, serta menjaga keberlanjutan dunia usaha di tengah tantangan ekonomi global.

Sejumlah stimulus yang disiapkan mencakup bantuan beras, Bantuan Subsidi Upah (BSU), program magang, hingga insentif fiskal seperti pengurangan PPh Pasal 21. Pemerintah juga memperpanjang fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan, subsidi bunga KPR sebesar 6 persen, serta diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Melalui pendekatan yang terukur dan inklusif, pemerintah optimistis pemulihan ekonomi dapat berjalan stabil hingga 2027. Penguatan proteksi sosial dan dorongan produktivitas sektor riil diharapkan mampu menopang daya saing pekerja serta menjaga momentum pertumbuhan nasional. (Ant/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *