
MENJELANG perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 22 Juni 2027, berbagai inisiatif baru terus bermunculan untuk memperkuat daya tarik ibu kota sebagai destinasi wisata dan ekonomi kreatif.
Tidak hanya mengandalkan wisata sejarah, budaya, dan kuliner, Jakarta kini semakin aktif menghadirkan beragam atraksi berbasis hiburan yang mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara.
Pengembangan destinasi wisata buatan berbasis event menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kunjungan wisata dan menggerakkan sektor ekonomi kreatif.
Kehadiran berbagai festival, pameran, dan pertunjukan musik berskala besar diyakini dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota metropolitan dinamis dan penuh kreativitas.
Salah satu upaya tersebut ditandai peluncuran logo resmi Remember Fest di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Festival musik yang digelar di kawasan Open Space dan Gambir Expo Kemayoran itu digadang-gadang menjadi salah satu magnet baru wisata hiburan di Jakarta.
“Hari ini kami meluncurkan logo resmi Remember Fest. Festival musik ini mungkin terdengar baru, tapi saya dan teman-teman yang mengelola festival ini adalah orang-orang lama yang siap mengisi ruang hiburan di Open Space dan Gambir Expo Kemayoran,” ujar Promotor Remember Fest Clement Winarko.
Menurut Clement, salah satu keunggulan festival itu adalah kolaborasi dengan Visiting Jakarta, platform digital yang mempromosikan berbagai aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah DKI Jakarta. Melalui kerja sama tersebut, Remember Fest tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga melibatkan berbagai sektor kreatif lainnya seperti kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Kami berharap Remember Fest menjadi destinasi wisata buatan baru di DKI Jakarta yang paling lengkap dengan target jumlah pengunjung yang lebih besar dari yang pernah kami buat,” kata Clement.
Ia menambahkan festival musik terbukti menjadi salah satu daya tarik utama yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung ke Jakarta. Berbekal pengalaman menghadirkan lebih dari 35 ribu penonton dalam berbagai festival sebelumnya, dia optimistis penyelenggaraan tahun ini mampu menarik jumlah pengunjung lebih besar.
Menurut Clement, konsep yang diusung memiliki nilai tambah lantaran terintegrasi langsung dengan promosi pariwisata Jakarta.
“Semoga Remember Fest dalam konteks Visiting Jakarta bisa menyajikan festival yang berbeda dengan jumlah penonton dari kalangan Gen Z dan Gen Alpha hingga lebih dari 30 ribu orang,” ujarnya.
Dengan kapasitas venue Open Space lebih luas, dia bahkan menargetkan jumlah pengunjung dapat mencapai 50 ribu orang.
Mitra Kreatif Strategis Eksternal Disparekraf DKI Jakarta Ari Wibisono menyampaikan kolaborasi festival musik dan program promosi pariwisata menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi wisata perkotaan berbasis event.
“Selain mendatangkan wisatawan, kegiatan semacam ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM,” jelasnya.
Ari menilai sinergi ini dapat menjadi contoh pengembangan pariwisata kreatif yang mampu memberikan dampak luas bagi daerah.
Terlebih, Visiting Jakarta merupakan platform digital serta program branding pariwisata resmi di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.
Menurutnya, platform ini berfungsi sebagai pusat informasi, panduan, dan promosi utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi beragam destinasi dan kegiatan menarik di Jakarta, mulai dari wisata budaya, kuliner, hingga berbagai event kreatif.
“Kehadiran Remember Fest diharapkan dapat menambah pilihan destinasi wisata berbasis event sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat hiburan dan ekonomi kreatif terbesar di Indonesia menjelang usia emas 500 tahun kota tersebut,” pungkasnya. (H-2)
