Penyebab Shirohige Tewas di Perang Marineford One Piece
Shirohige(Doc IMDB)

KEMATIAN Edward Newgate, yang lebih dikenal sebagai Shirohige, dalam busur cerita Marineford tetap menjadi salah satu momen paling ikonik dan emosional dalam sejarah One Piece. Sebagai “Orang Terkuat di Dunia”, tumbangnya Shirohige menandai berakhirnya era lama dan dimulainya kekacauan besar di seluruh samudra.

Meskipun dikenal memiliki ketahanan fisik yang luar biasa, Shirohige akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah menerima akumulasi luka yang tidak masuk akal. Berikut adalah analisis mendalam mengenai faktor-faktor utama penyebab Shirohige tewas di Perang Marineford.

1. Kondisi Kesehatan yang Menurun (Faktor Usia dan Penyakit)

Sebelum menginjakkan kaki di Marineford, Shirohige sudah digambarkan dalam kondisi kesehatan yang buruk. Ia sering terlihat menggunakan alat bantu medis dan infus saat berada di kapalnya, Moby Dick. Usianya yang sudah mencapai 72 tahun serta penyakit kronis yang dideritanya membuat stamina dan Kenbunshoku Haki miliknya tidak setajam masa mudanya. Hal ini membuatnya lebih rentan terhadap serangan yang seharusnya bisa ia hindari.

2. Pengkhianatan Squard

Salah satu luka paling fatal secara psikologis dan fisik terjadi bahkan sebelum pertempuran mencapai puncaknya. Akibat manipulasi Laksamana Madya Akainu, Squard—salah satu sekutu Shirohige—menusuk dada Shirohige dengan pedang besar. Meskipun Shirohige memaafkan Squard, luka tusukan yang menembus tubuhnya tersebut secara signifikan mengurangi daya tempurnya sejak awal peperangan.

3. Konfrontasi Brutal dengan Akainu

Laksamana Akainu (Sakazuki) adalah lawan utama yang memberikan kerusakan fisik paling masif. Dalam duel satu lawan satu, Akainu berhasil mendaratkan serangan Meigo (Anjing Neraka) yang menghanguskan sebagian wajah Shirohige (dalam manga) atau melubangi dadanya (dalam anime). Serangan berbasis magma ini membakar organ dalam Shirohige, yang secara medis mustahil untuk disembuhkan di tengah medan perang.

4. Serangan Bertubi-tubi dari Angkatan Laut

Selama perang berlangsung, Shirohige tidak hanya melawan para Laksamana. Ia dikeroyok oleh ribuan prajurit Angkatan Laut. Berdasarkan catatan narasi di akhir hayatnya, Shirohige menerima jumlah luka yang fantastis:

  • 267 luka tusukan pedang.
  • 152 luka tembakan peluru.
  • 46 luka akibat tembakan meriam.

Hebatnya, meski menerima ratusan luka tersebut, tidak ada satu pun luka pelarian di punggungnya, membuktikan bahwa ia tidak pernah berbalik arah dari musuh.

5. Serangan Terakhir Kelompok Kurohige

Penyebab terakhir yang benar-benar menghentikan detak jantung Shirohige adalah kedatangan Marshall D. Teach (Kurohige) dan krunya. Setelah Shirohige dalam keadaan sekarat akibat luka-luka sebelumnya, kelompok Kurohige melakukan serangan pengepungan secara membabi buta menggunakan pistol dan senjata tajam. Di momen terakhir inilah, Shirohige meneriakkan kalimat legendaris “One Piece itu nyata!” sebelum akhirnya tewas dalam posisi berdiri tegak. (Z-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *