Polri Periksa Istri Frans Antoni terkait Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Istri Frans Antoni, pengendali keuangan Fredi Pratama.(Dok. Antara)

DIREKTORAT Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri Frans Antoni yang berinisial PN. Langkah ini diambil guna mendalami keterlibatan serta pelarian suaminya yang merupakan pengendali keuangan jaringan narkotika internasional, Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa PN selalu mendampingi Frans Antoni selama masa pelariannya di luar negeri. Keduanya diketahui sempat berpindah-pindah tempat di Thailand sebelum akhirnya ditangkap di Malaysia.

“Pasti kami periksa, ya, masih berkembang. Nanti seminggu atau dua minggu ada perkembangan baru, kami akan rilis tentang kelanjutan perkara ini,” ujar Eko Hadi Santoso di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Pelarian di Kawasan Elit Bangkok

Berdasarkan hasil penyidikan, Frans Antoni yang telah buron sejak tahun 2023 sempat menetap di beberapa lokasi di Thailand. Ia diketahui pernah tinggal di Phattanakan, sebuah kawasan elit di Kota Bangkok, sebelum akhirnya menetap di daerah Narasiri selama hampir dua tahun.

Selama masa persembunyian tersebut, Frans tidak bergerak sendiri. Ia diduga dibantu oleh orang-orang suruhan jaringan Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand. Dukungan logistik dan keamanan dari jaringan ini memungkinkan Frans untuk terus mengelola keuangan sindikat meski dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Frans Antoni dan istrinya diamankan oleh tim delegasi Polri yang terdiri dari Dittipidnarkoba dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) pada Kamis (18/6) pukul 07.30 waktu setempat di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. Frans masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal dengan bantuan kaki tangan Fredy Pratama.

Memburu Fredy Pratama

Penangkapan Frans Antoni menjadi babak baru dalam upaya Polri meruntuhkan kekaisaran narkotika Fredy Pratama. Fredy sendiri diketahui telah meninggalkan Indonesia sejak tahun 2014 dan terus mengendalikan peredaran narkoba lintas negara dari wilayah Malaysia, Thailand, dan sekitarnya.

Pemeriksaan terhadap PN diharapkan dapat membuka informasi lebih dalam mengenai keberadaan Fredy Pratama serta aset-aset hasil kejahatan yang dikelola oleh suaminya. Hingga saat ini, Polri terus berkoordinasi dengan otoritas kepolisian di Asia Tenggara untuk mempersempit ruang gerak sang gembong besar tersebut. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *