
BLOK oposisi Israel berpeluang membentuk pemerintahan jika pemilu digelar saat ini. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan kelompok oposisi memperoleh mayoritas tipis di parlemen Israel (Knesset), sementara koalisi yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kehilangan dukungan.
Survei yang dilakukan Lazar Research Institute bersama harian Israel Maariv pada 17–18 Juni 2026 menunjukkan partai-partai oposisi berpotensi meraih 61 kursi dari total 120 kursi Knesset. Jumlah itu merupakan ambang minimal untuk membentuk pemerintahan.
Sebaliknya, blok pemerintahan Netanyahu diproyeksikan hanya memperoleh 49 kursi. Sementara itu, partai-partai Arab diperkirakan menguasai 10 kursi.
Hasil survei juga memperlihatkan meningkatnya dukungan terhadap Partai Yashar yang dipimpin mantan Kepala Staf Militer Israel, Gadi Eisenkot. Partai tersebut diproyeksikan meraih 21 kursi, menyamai perolehan Partai Likud yang dipimpin Netanyahu.
Menurut laporan Maariv, dukungan terhadap Likud terus menurun dalam beberapa survei terakhir. Partai itu kehilangan tujuh kursi dibandingkan hasil jajak pendapat sebelumnya. Di sisi lain, Partai Together yang dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett juga mengalami penurunan dukungan sejak aliansinya diumumkan pada April lalu.
“Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot kini diproyeksikan meraih 21 kursi, setara dengan Likud yang dipimpin Benjamin Netanyahu,” demikian hasil survei yang dipublikasikan harian Maariv.
Survei tersebut dirilis di tengah perkembangan politik dan keamanan kawasan setelah tercapainya kesepakatan 14 poin antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik kedua negara.
Kesepakatan itu mencakup komitmen penghentian operasi militer secara permanen, termasuk di Libanon, serta larangan penggunaan atau ancaman kekuatan militer di antara pihak-pihak yang terlibat.
Namun, sejumlah anggota kabinet Israel, terutama dari kelompok kanan keras, menolak mengaitkan kesepakatan AS-Iran dengan penghentian operasi militer Israel di Libanon. Mereka tetap mendukung keberadaan militer Israel di Libanon selatan dan kelanjutan operasi keamanan di wilayah tersebut.
Hasil survei terbaru ini menunjukkan dinamika politik Israel masih sangat cair, dengan dukungan publik terhadap koalisi Netanyahu terus menghadapi tekanan di tengah perkembangan situasi regional. (Middle East Monitor/B-3)
