Mantan PM Israel Sebut Kekerasan Pemukim terhadap Palestina Didukung Negara
Mantan Perdanaa Menteri (PM) Israel Ehud Olmert.(Bryan R. Smith/AFP via Getty Images)

MANTAN Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Israel dengan menuduh negara tersebut terlibat dalam kampanye kekerasan sistematis terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Dalam artikel opininya yang dimuat harian Haaretz, Olmert menyebut kekerasan yang dilakukan pemukim Yahudi di Tepi Barat bukanlah tindakan individu atau kelompok kecil yang bertindak sendiri. Menurut dia, aksi tersebut berlangsung secara terorganisasi dan mendapat dukungan dari pemerintah.

“Perjuangan melawan terorisme Yahudi di Tepi Barat harus memasuki tahap berikutnya dan dilakukan dengan tekad yang lebih besar. Teror harian yang dikelola, diarahkan, didorong, dan didukung oleh pemerintah Israel tidak dapat lagi ditoleransi,” tulis Olmert seperti dikutip Middle East Monitor, Jumat (19/6).

Olmert secara khusus membantah pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya menggambarkan pelaku kekerasan sebagai segelintir pemuda bermasalah. Menurutnya, kekerasan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari pola yang lebih luas dan sistematis.

Ia bahkan menuduh pemerintah Israel menjalankan kebijakan yang mengarah pada pembersihan etnis terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

“Negara Israel sedang menjalankan kampanye terorganisasi, sistematis, dan didanai negara yang mengarah pada pembersihan etnis serta kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Olmert.

Tuding Aparat Ikut Terlibat

Dalam tulisannya, Olmert juga menyoroti peran aparat keamanan Israel. Ia menilai kepolisian dan sebagian unsur militer gagal mencegah kekerasan, bahkan dalam sejumlah kasus diduga turut membantu para pelaku.

Menurut Olmert, berbagai insiden yang terjadi mencakup penyerangan terhadap warga sipil, pembakaran lahan dan properti, serta pencurian ternak yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Palestina.

“Polisi Israel pada praktiknya menjadi mitra dalam apa yang terjadi di Tepi Barat. Dalam banyak kasus, pasukan keamanan justru membantu teroris Yahudi, sementara korban Palestina yang ditangkap, bukan pelakunya,” tulisnya.

Olmert juga mengkritik badan intelijen domestik Israel, Shin Bet, yang menurutnya memiliki kemampuan untuk menindak pelaku kekerasan namun tidak memanfaatkan instrumen yang tersedia.

Pernyataan mantan perdana menteri tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap situasi keamanan di Tepi Barat dan hubungan antara pemerintah Israel dengan kelompok pemukim Yahudi di wilayah pendudukan tersebut. (B-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *