SMA Jubilee Jakarta Wakili Indonesia di NBA Rising Stars Invitational 2026 Singapura
Tim basket SMA Jubilee Jakarta(MI/Dhika Kusuma Winata )

SMA Jubilee Jakarta menatap tantangan besar mewakili Indonesia pada ajang NBA Rising Stars Invitational (RSI) 2026 di Singapura yang akan bergulir pada 23-28 Juni mendatang. Tim putra dan putri Jubilee akan tampil membawa nama Indonesia dalam turnamen basket pelajar di kawasan Asia-Pasifik tersebut.

Keikutsertaan Jubilee menjadi buah dari keberhasilan mereka menjuarai High School Basketball Championship (HSC) 2026 pada Mei lalu. Di Singapura nanti, tantangan yang menanti jauh berbeda dengan 12 tim putra dan 12 tim putri terbaik dari berbagai negara akan bersaing memperebutkan gelar juara.

Pelatih tim putri Jubilee, Christian Andy, menegaskan fokus utama tim memastikan para pemain mampu menikmati atmosfer kompetisi internasional tanpa tekanan berlebihan. Dia ingin anak-anak Jubilee tanpa beban sehingga bisa tampil kompetitif.

Menurutnya, pendekatan mental menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam persiapan menuju Singapura. Dia tidak ingin para pemain terlalu terbebani oleh status sebagai wakil Indonesia ataupun larut dalam euforia tampil di panggung internasional.

“Kami ingin anak-anak bermain lepas karena level kompetisinya berbeda dibandingkan lokal. Ini kesempatan mereka untuk mengeksplorasi kemampuan, menambah pengalaman, dan membangun kesolidan tim,” kata Andy ditemui di SMA Jubilee, Jakarta Utara, Kamis (18/6).

“Kami menjaga keseimbangan. Jangan sampai terlalu takut atau terlalu bersemangat. Kami tekankan bahwa ini adalah panggung untuk menunjukkan hasil latihan selama ini. Anak-anak harus percaya diri dan tidak minder menghadapi siapa pun,” katanya.

Dari sisi teknis, kata Andy, Jubilee tidak melakukan perubahan besar dalam pola permainan. Namun, kecepatan dan kesiapan fisik menjadi perhatian utama mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi memiliki postur dan intensitas permainan yang lebih tinggi. Conditioning juga ditingkatkan karena benturan di level internasional akan jauh lebih keras.

Persiapan Jubilee langsung dimulai setelah menjuarai HSC. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka menjalani serangkaian laga uji coba melawan tim-tim perguruan tinggi untuk membiasakan diri menghadapi lawan yang lebih kuat secara fisik dan pengalaman. Tim juga terus digembleng untuk permainan intensitas tinggi.

Di kategori putri, Jubilee akan menghadapi tantangan sejak laga pembuka. Mereka tergabung di Pool D dan dijadwalkan bertemu Yali High School (Tiongkok) pada 24 Juni sebelum menghadapi Nanyang Polytechnic (Singapura) sehari kemudian.

Lawan dari Tiongkok merupakan salah satu tim terbaik yang disiapkan secara serius untuk turnamen tersebut. Sementara itu, pengalaman menghadapi tim Singapura sebelumnya membuat Jubilee lebih percaya diri.

“Mereka adalah tim nomor satu di Tiongkok dan dihuni pemain-pemain terbaik. Target minimal kami adalah bisa memberikan perlawanan, bukan untuk pasrah,” kata Andy.

“Kami pernah bersaing dengan tim-tim Singapura di kelompok usia muda dan hasilnya cukup kompetitif. Untuk laga itu kami memang punya target meraih kemenangan,” tambahnya.

Di sektor putra, Jubilee tergabung di Pool A akan melawan Kyungbock High School (Korea Selatan) dan Velammal International School (India). Mereka akan memulai perjalanan menghadapi wakil Korea Selatan pada 23 Juni sebelum bertemu tim India sehari berselang.

Pemain tim putra Jubilee, Chimaobi Nzekwue, melihat turnamen tersebut sebagai kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan sekaligus belajar dari tim-tim sekolah Asia. Mereka juga ingin menunjukkan basket pelajar Indonesia di level Asia-Pasifik.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar dan menambah pengalaman. Kami ingin tahu seperti apa permainan di luar Indonesia karena pasti berbeda. Kalau Korea mungkin permainan mereka cepat dan kemampuan menembaknya bagus,” kata Chima. (Dhk/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *