Wabah Ebola di Kongo: 192 Orang Meninggal Dunia, WHO Peringatkan Risiko Global
Simulasi Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta memeriksa warga yang terindikasi terkena virus ebola saat simulasi penanggulangan wabah ebola di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (12/11). Simulasi itu dilakukan dalam rangka Ha( MI/ARYA MANGGALA)

KEMENTERIAN Kesehatan Kongo melaporkan jumlah kematian akibat wabah Ebola telah menembus angka 192 jiwa, dengan total kasus terkonfirmasi melampaui 808 kasus hingga Senin (15/6/2026).

Data terbaru yang dirilis otoritas kesehatan setempat melalui platform media sosial X menunjukkan adanya lonjakan signifikan. Pada hari Minggu saja, tercatat 26 kasus baru yang terkonfirmasi dengan 11 kematian tambahan dalam kurun waktu 24 jam.

Berdasarkan kalkulasi medis, Kementerian Kesehatan Kongo memperkirakan tingkat kematian (fatality rate) akibat penyakit menular mematikan ini mencapai 23,8 persen.

Status Darurat WHO

Merespons eskalasi ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat untuk wilayah Kongo dan Uganda sejak 15 Mei lalu. Badan kesehatan di bawah naungan PBB tersebut menilai adanya risiko tinggi penyebaran virus ke negara-negara tetangga dan wilayah internasional lainnya.

Catatan Redaksi: Virus Ebola menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau benda yang telah terkontaminasi. Gejala awal meliputi demam tinggi, nyeri otot, hingga perdarahan internal dan eksternal.

Hingga saat ini, upaya lokalisasi wabah Ebola terus dilakukan di titik-titik panas (hotspots) di Kongo, namun mobilitas penduduk di wilayah perbatasan menjadi tantangan utama dalam menekan laju transmisi virus. Pemerintah global, termasuk otoritas kesehatan di berbagai negara, kini mulai memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk internasional menyusul penilaian risiko tinggi yang dikeluarkan oleh WHO. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *