Industri Nasional Ambil Peran dalam Penguatan Kompetensi Pekerja Migran
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar global mendapat dukungan melalui pembentukan Banten Migrant Center.

Inisiatif yang melibatkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemprov Banten, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) itu diharapkan menjadi pusat pengembangan keterampilan dan penyiapan tenaga kerja berstandar internasional.

Penandatanganan nota kesepahaman pembentukan Banten Migrant Center dilakukan di SMK YPWKS, Kota Cilegon, Senin (15/6/2026). Kehadiran Banten Migrant Center itu diharapkan jadi wadah penyiapan kompetensi tenaga kerja serta membuka akses penempatan kerja yang legal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Banten di berbagai negara tujuan.

YPWKS, yang sejak 2012 bernama Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS), ialah yayasan pendidikan milik Krakatau Steel yang menaungi berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMK dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas bagi Kota Cilegon dan Provinsi Banten.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Akbar Djohan mengatakan pembentukan Banten Migrant Center merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global.

“Sebagai BUMN, Krakatau Steel memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan solusi ketenagakerjaan yang konkret bagi masyarakat Banten. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan ekosistem industri yang berkembang di Banten dapat memberikan manfaat lebih luas lewat peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja,” ujar Akbar Djohan yang juga Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia tersebut.

Menurutnya, Krakatau Steel Group siap mengoptimalkan aset pendidikan, fasilitas pelatihan, dan lingkungan industrinya untuk mendukung pengembangan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

“Kami harap sinergi ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi global, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan martabat tenaga kerja Indonesia di pasar internasional,” paparnya.

Akbar Djohan juga menegaskan pembentukan Banten Migrant Center sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat pembangunan SDM unggul, produktif, dan mampu bersaing global.

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian P2MI, Krakatau Steel Group, IKA Untirta, dan Pemprov Banten dalam mempersiapkan tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di pasar global.

“Kita harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan industri. Melalui kolaborasi ini, kami berharap makin banyak tenaga kerja Banten yang memiliki kompetensi, mendapatkan perlindungan, dan memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Andra Soni.

Ia juga mengapresiasi dukungan Krakatau Steel Group yang membuka fasilitas pendidikan dan pelatihan guna mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Menurutnya, kehadiran Banten Migran Center diharapkan dapat memperluas akses masyarakat pada peluang kerja yang legal, aman, dan berkualitas serta mendukung upaya penurunan tingkat pengangguran di Provinsi Banten.

Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto yang mewakili Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan Banten menjadi daerah pertama yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, SMK, dan BUMN dalam satu ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia.

“Banten menjadi pilot project implementasi arahan Presiden dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing global. Melalui kolaborasi ini, kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di pasar internasional,” ujar Dwi.

Menurutnya, Banten Migrant Center akan jadi wadah penguatan kompetensi, pelatihan, dan akses informasi bagi calon pekerja migran sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja yang aman, legal, dan berkelanjutan.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *