
KAPOLDA Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mendorong opsi pemadaman udara atau water bombing untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Sumbing. Langkah ini dinilai mendesak mengingat medan yang terjal menyulitkan upaya pemadaman melalui jalur darat.
Saat meninjau lokasi pada Rabu (21/10/2026), Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan bahwa personel gabungan saat ini terus berupaya melokalisasi titik api. Fokus utama petugas adalah mencegah api merambat ke kawasan hutan pinus, lahan pertanian produktif, hingga permukiman warga di lereng gunung.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara, luas area yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 306 hektare. Dari jumlah tersebut, tim gabungan baru berhasil memadamkan api di area seluas 140 hektare.
“Sebanyak 180 personel telah dikerahkan ke lapangan untuk menangani titik-titik kritis yang masih menyala,” ujar Ricky.
Terkait aspek keselamatan manusia, otoritas setempat memastikan bahwa sekitar 162 pendaki yang berada di jalur pendakian saat kebakaran terjadi telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sebagai langkah antisipasi dan demi keamanan masyarakat, seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing kini dinyatakan ditutup total hingga situasi dinyatakan kondusif. (H-3)
