
RIBUAN santri dari sejumlah pesantren di Aceh menggelar samadiah, tahlil, dan doa bersama untuk mendiang mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Dr Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto. Kegiatan tersebut berlangsung sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum yang dikenal sebagai tokoh perdamaian Aceh.
Di Dayah Ma’had Ali Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, sekitar 5.000 santri dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti doa bersama pada Minggu (14/6) malam. Kegiatan dipimpin guru senior Teungku Fakhri STU Blang Jruen dan berlangsung khidmat di masjid kompleks pesantren.
Dewan guru Pesantren Darul Munawwarah, Teungku Budiansyah Putra Gayo Lues, mengatakan seluruh santri dan tenaga pengajar mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Ada sekitar 5.000 santri dan dewan guru ikut mendoakan almarhum Abu Doto. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan menjadikan alam kuburnya kebun surga,” ujar Budiansyah.
Doa bersama juga digelar di Pesantren Najmul Hidayah, Cot Meurak, Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Ribuan santri mengenang sosok Abu Doto yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pengembangan pendidikan pesantren di Aceh.
Sementara itu, Budayawan Universitas Syiah Kuala (USK), M Adli Abdullah, menilai Zaini Abdullah merupakan pemimpin yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan, baik pesantren maupun sekolah umum.
“Abu Doto itu anak dan cucu ulama Teungku Abdullah Hanafiah yang memiliki dayah tempat mengaji. Beliau sangat peduli terhadap keberlangsungan pendidikan dayah dan dekat dengan para ulama. Sebagai gubernur, beliau sering mengundang ulama sebagai panutan umat,” kata Adli, Senin (15/6).
SOSOK PEMIMPIN SEDERHANA
Guru Besar Hukum Tanah Adat Universitas Syiah Kuala, Sulaiman Tripa, juga mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang sederhana dan berwibawa. “Salah satu Gubernur Aceh yang sangat elegan itu telah berpulang,” ujarnya.
Selain doa bersama di berbagai pesantren, ribuan warga juga terus berdatangan ke rumah duka di Gampong Rapana, Teureubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Dr Zaini Abdullah mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (13/6) pukul 12.24 WIB di ruang ICU 2 RSUD dr Zainoel Abidin, Banda Aceh, dalam usia 86 tahun. Tokoh yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri Aceh Merdeka itu dikenal sebagai salah satu figur penting dalam proses perdamaian Aceh pasca-penandatanganan MoU Helsinki 15 Agustus 2005.
Kepergian Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh yang mengenangnya sebagai pemimpin religius, sederhana, dan memiliki komitmen kuat terhadap perdamaian serta pembangunan pendidikan di Tanah Rencong. (E-2)
