
NAMA Sabri Lamouchi kini tengah menjadi sorotan tajam di panggung sepak bola dunia. Pelatih kelahiran Lyon, 9 November 1971 ini, sedang menghadapi ujian berat dalam karier kepelatihannya menyusul hasil minor di ajang Piala Dunia 2026.
Sebagai sosok yang memiliki darah Tunisia-Prancis, Lamouchi dikenal memiliki rekam jejak panjang, baik sebagai gelandang elegan di masa lalu maupun sebagai juru taktik yang kenyang pengalaman di berbagai benua.
Karier Gemilang sebagai Pemain
Sebelum merambah dunia manajerial, Lamouchi adalah gelandang tengah yang dikenal karena kemampuan teknisnya yang rapi dan visi bermain yang cerdas. Ia memulai karier profesionalnya di Prancis dan mencapai puncak kejayaan bersama Auxerre di bawah asuhan pelatih legendaris Guy Roux. Di sana, ia berhasil mengawinkan gelar Division 1 (Ligue 1) dan Coupe de France pada musim 1995–96.
Kariernya terus menanjak dengan membela klub-klub elit Eropa lainnya, termasuk AS Monaco—di mana ia kembali mencicipi gelar juara liga pada 1999-2000, serta merambah Liga Italia bersama Parma, Inter Milan, dan Genoa. Di Italia, ia sukses merengkuh trofi Coppa Italia 2001–02 bersama Parma. Menjelang akhir kariernya, Lamouchi memilih untuk bermain di Qatar bersama Al-Rayyan, Umm-Salal, dan Al-Kharitiyath sebelum akhirnya gantung sepatu.
Statistik Kunci Sabri Lamouchi:
- Caps Timnas Prancis: 12 Penampilan
- Gelar Utama: Ligue 1 (1996, 2000), Coupe de France (1996), Coppa Italia (2002).
- Klub Utama: Auxerre, Monaco, Parma, Inter Milan, Marseille.
Transformasi Menjadi Juru Taktik
Karier kepelatihan Lamouchi dimulai dengan langkah besar saat ia ditunjuk menangani timnas Pantai Gading pada periode 2012–2014. Pengalaman tersebut membuka jalan baginya untuk melatih di berbagai kompetisi, mulai dari Rennes di Ligue 1, Nottingham Forest di Inggris, hingga kembali ke Timur Tengah bersama Al-Duhail dan Al-Riyadh.
Pada 14 Januari 2026, Lamouchi resmi ditunjuk oleh Federasi Sepak Bola Tunisia untuk menggantikan Sami Trabelsi. Penunjukan ini dimaksudkan untuk membawa stabilitas dan disiplin bagi skuad The Carthage Eagles dalam menghadapi putaran final Piala Dunia 2026. Lamouchi dikontrak hingga Juli 2028 dengan harapan besar dapat membawa Tunisia melangkah jauh di turnamen paling bergengsi tersebut.
Spekulasi Masa Depan di Piala Dunia 2026
Namun, posisi Lamouchi kini berada di ujung tanduk. Berdasarkan laporan per 15 Juni 2026, masa depannya bersama timnas Tunisia dipertanyakan menyusul kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka grup.
Kekalahan memalukan tersebut memicu gelombang kritik terhadap pendekatan taktisnya yang dianggap terlalu pragmatis dan gagal mengantisipasi serangan balik lawan.
Meski beberapa media melaporkan adanya kemungkinan pemberhentian dalam waktu dekat, hingga saat ini pihak federasi belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Publik sepak bola Tunisia kini menanti apakah Lamouchi akan diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki keadaan di laga sisa, atau justru harus mengakhiri masa baktinya lebih cepat di tengah turnamen berjalan.
| Tim yang Dilatih | Periode |
|---|---|
| Pantai Gading | 2012 – 2014 |
| Rennes | 2017 – 2018 |
| Nottingham Forest | 2019 – 2020 |
| Tunisia | Januari 2026 – Sekarang |
(The sun/The Guardian/Onefootball/Z-10)
