Hari Dengue Sedunia, saat Ini Masih Ada 5,6 Miliar Penduduk yang Berisiko terhadap Dengue
Ilustrasi(Magnific.com)

MEMPERINGATI World Dengue Day atau Hari Dengue Sedunia, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa saat ini, di dunia diperkirakan ada sekitar 5,6 miliar penduduk yang berisiko terhadap Dengue. 

“Artinya, lebih dari setengah penduduk bumi memang berisiko terhadap Dengue. Disebutkan juga bahwa Dengue meluas sampai ke 130 negara dunia,” ungkapnya, Senin (15/6). 

Lebih lanjut, menurutnya diperkirakan di dunia ada 100 hingga 400 juta orang tertular virus Dengue setiap tahunnya. 

“Media massa kita mengutip data Kementerian Kesehatan yang meyebutkan bahwa hingga 14 April 2026 terdapat 30.465 kasus infeksi dengue di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tercatat 79 kasus kematian dengan angka kematian “Case Fatality Rate (CFR)” sebesar 0,3% dan angka insidens “Incidence Rate (IR)” sebesar 10,6 per 100.000 penduduk,” ujarnya. 

Rincian data menunjukkan kasus tersebut terdiri dari 10.138 demam dengue (DD), 19.877 demam berdarah dengue (DBD), serta 450 kasus ”dengue shock syndrome (DSS)”. Penyebarannya pun luas, menjangkau 401 kabupaten/kota di 29 provinsi negara kita, dengan laporan kematian dari 58 kabupaten/kota di 20 provinsi.

Menurut Prof. Tjandra, pencegahan dan pengendalian dengue utamanya berpegang pada pengendalian vektor nyamuk yang menularkan penyakit ini. Untuk ini, WHO dan dunia sudah memiliki  “Global Vector Control Response (2017–2030)” dan juga “Global Arbovirus Initiative” yang tentunya perlu diterapkan juga di Indonesia. 

“Walaupun memang utamanya adalah pengendalian vektor tetapi kalau sudah terjadi kasus maka tentu perlu penanganan klinik. Untuk ini maka WHO menyatakan bahwa deteksi dini dan akses yang tepat terhadap pelayanan medik merupakan kunci penting untuk menurunkan terjadinya penyakit yang parah dan kematian akibat Dengue,” tegas Prof. Tjandra. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *