
TREN menghias gigi dengan kristal atau permata kecil, yang dikenal sebagai tooth gem, kian populer sebagai bentuk ekspresi diri. Namun, di balik kilau estetika aksesori gigi tersebut, muncul pertanyaan krusial dari sisi kesehatan: Apakah tooth gem merusak gigi?
Secara medis, pemasangan tooth gem yang dilakukan dengan prosedur yang benar dan oleh tenaga profesional umumnya dianggap aman. Namun, risiko merusak kesehatan gigi tetap ada, terutama jika prosedur dilakukan secara sembarangan atau jika kebersihan mulut tidak terjaga dengan ekstra ketat.
Risiko Kerusakan Gigi akibat Tooth Gem
Meskipun tidak melibatkan pengeboran pada struktur gigi, tooth gem dapat memicu beberapa masalah kesehatan gigi jika tidak ditangani dengan hati-hati:
- Penumpukan Plak dan Bakteri: Area di sekitar permata menjadi tempat persembunyian ideal bagi sisa makanan dan bakteri. Jika tidak dibersihkan secara menyeluruh, hal ini dapat menyebabkan demineralisasi email gigi.
- Karies (Gigi Berlubang): Akumulasi plak yang terus-menerus di bawah atau di sekitar perhiasan dapat memicu pembusukan gigi (karies) yang sering kali tidak terlihat sampai permata tersebut lepas.
- Iritasi Jaringan Lunak: Gesekan antara permata yang menonjol dengan bagian dalam bibir atau pipi dapat menyebabkan sariawan atau iritasi kronis pada jaringan lunak mulut.
- Abrasi Email: Jika permata dipasang pada posisi yang tidak tepat, ia dapat bergesekan dengan gigi lawan saat mengunyah, yang berisiko mengikis email gigi lawan tersebut.
Faktor Penentu Keamanan
Keamanan tooth gem sangat bergantung pada dua faktor utama: metode pemasangan dan material yang digunakan.
Pemasangan yang aman menggunakan teknik bonding (perekat) yang serupa dengan pemasangan bracket behel. Prosedur ini bersifat reversibel dan tidak merusak struktur permanen gigi jika dilakukan oleh dokter gigi. Sebaliknya, penggunaan lem instan atau lem kerajinan tangan sangat berbahaya karena mengandung zat kimia toksik yang dapat merusak email secara permanen.
Mitos vs Fakta Seputar Tooth Gem
| Mitos | Fakta |
|---|---|
| Gigi harus dilubangi untuk memasang permata. | Tidak benar. Permata ditempelkan di permukaan email menggunakan bahan perekat medis. |
| Tooth gem bersifat permanen selamanya. | Semi-permanen. Bisa bertahan 6 bulan hingga beberapa tahun, namun bisa dilepas kapan saja oleh profesional. |
| Semua jenis lem aman digunakan. | Sangat salah. Hanya bahan dental-grade composite yang aman untuk jaringan mulut. |
Cara Meminimalkan Risiko Kerusakan
Jika Anda memutuskan untuk memasang tooth gem, berikut adalah langkah-langkah untuk memastikan kesehatan gigi tetap terjaga:
- Pilih Profesional: Hindari jasa pemasangan di salon kecantikan atau dilakukan sendiri (DIY). Dokter gigi memiliki alat sterilisasi dan bahan perekat yang aman bagi tubuh.
- Kebersihan Ekstra: Gunakan sikat gigi elektrik atau sikat gigi berbulu halus untuk membersihkan area sekitar permata secara mendetail. Penggunaan interdental brush juga sangat disarankan.
- Hindari Makanan Keras: Menggigit makanan keras tepat di area permata dapat menyebabkan tekanan yang merusak email atau membuat permata terlepas secara paksa.
- Kontrol Rutin: Pastikan dokter gigi memeriksa kondisi gigi di bawah permata setiap 6 bulan sekali.
Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter gigi jika Anda mengalami gejala berikut setelah pemasangan:
- Rasa nyeri atau sensitivitas berlebih pada gigi yang dipasang permata.
- Gusi di sekitar gigi tersebut tampak merah, bengkak, atau berdarah.
- Permata terasa goyang namun tidak lepas sepenuhnya (risiko tertelan atau melukai jaringan mulut).
(H-3)
