Penulis Ronggeng Dukuh Paruk Masuki Usia 78 Tahun
Penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari.(MI/Supardji Rasban)

MEMASUKI usia 78 tahun, penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari, tampak masih sehat. Selain masih kerap diundang untuk menjadi nara sumber soal kesusasteraan, rumahnya di Desa Tinggar Jaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, juga kerap didatangi tamu.

Pada hari ulang tahunnya yang 78 yakni Sabtu 13 Juni 2026, novelis sohor ini kedatangan banyak tamu di sanggarnya. Termasuk Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik dan sejumlah rekannya yang datang dari Kabupaten Brebes dan Tegal.

Yang menarik, Atmo Tan Sidik membawa oleh-oleh telor asin khas Brebes, sejumlah 78 butir, sesuai dengan angka usia Ahmad Tohari, penulis sejumlah novel—dan salah satu yang sangat terkenal berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. 

Novel ini sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari lima bahasa, yang sekaligus mengantarkan Kang Tohari—sapaan akrabnya—melanglang ke sejumlah negara.

Memasuki usianya yang hampir 80 tahun ini, bos Ronggeng Dukuh Paruk, ayah dari tiga anak ini mengaku sangat bersyukur. Ahmad Tohari menuturkan bahwa kehidupan itu harus disyukuri. 

Ia mengaku sehat, punya keluarga, punya aset, punya eling (ingat). Pentingnya punya eling.  “Yang penting kita harus bersyukur. Makin banyak bersyukur, hidup itu semakin nikmat,” ujar Ahmad Tohari

Ahmad Tohari menyebut jika orang Jawa itu puncak cita-citanya adalah selamat dunia akhirat. “Jadi teman-teman wartawan yang sudah tua seperti saya ini, semoga semua selamat,” ucap Kang Tohari–sapaan akrabnya–yang juga sempat menjadi wartawan Majalah Amanah ini. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *