
KOORDINATOR Nasional (Kornas) Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan lingkungan sekolah harus tegas untuk tidak ada interaksi dengan rokok dan segala bentuknya mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA.
“Mencegah anak-anak kita mulai dari usia SMA, SMP, SD bahkan di tingkat paling kecil sekalipun untuk tidak berinteraksi dengan lingkungan yang penuh dengan rokok untuk tidak mengonsumsi rokok dalam bentuk apapun karena akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembangnya anak-anak,” kata Satriawan saat dihubungi, Minggu (14/6).
Anak yang terpapar rokok akan berdampak terhadap mental, emosional dan yang paling terdampak juga yaitu secara kognitif. Sehingga peran guru, staf akademika, dan lingkan sekitar sekolah harus aktif.
Satriawan menegaskan pencegahan terhadap rokok ini bagi anak-anak usia sekolah tidak hanya menyasar lingkungan sekolah tapi juga lingkungan sosial mereka seperti di rumah dan di sekitar masyarakat.
“Jangan sampai sekolah kemudian dengan beragam peraturan melarang anak mendekati rokok tapi di rumah justru keluarga, orang tua, paman, atau siapapun mengonsumsi rokok di depan anak-anak ini tentu ini tidak menjadi teladan yang baik bagi anak, apalagi usia SD, PAUD,” ujar Satriawan.
Usia-usia tersebut merupakan masa emas yang akan sangat cepat untuk meniru apapun yang dilakukan orang dewasa baik secara perbuatan maupun perkataan. (H-2)
