
PETA geopolitik di kawasan Teluk memasuki babak baru yang krusial. Pemerintah Iran dan Oman dilaporkan segera mengeluarkan pernyataan bersama mengenai tata kelola pelayaran di Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah momentum negosiasi damai antara Teheran dan Washington yang diklaim telah mencapai titik final.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa konsultasi erat dengan Oman telah menghasilkan kesepakatan yang memuaskan. “Kami mungkin akan segera menerbitkan program bersama dan mengeluarkan pernyataan bersama,” ujar Araghchi melalui televisi pemerintah Iran.
Araghchi menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan pernah sama lagi. Iran menuntut penetapan kerangka hukum yang sesuai dengan hukum internasional untuk jalur pelayaran strategis tersebut. Meski tidak mengenakan bea masuk, Iran tengah mempertimbangkan pengenaan “biaya layanan” bagi kapal-kapal yang melintas.
Baca Juga: Ketegangan di Selat Hormuz dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global serta fluktuasi rupiah.
Diplomasi di Tengah Ancaman Militer
Di balik kemajuan diplomasi ini, terungkap fakta mengejutkan mengenai ketegangan militer yang sempat memuncak. Laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) sempat mempersiapkan operasi darat mendesak untuk merebut cadangan uranium Iran yang diperkaya tinggi.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Komando Pusat AS di Florida pada akhir Mei lalu untuk mematangkan rencana tersebut. Namun, Presiden Donald Trump memilih untuk menunda operasi tersebut karena kekhawatiran akan memicu perang berkepanjangan dan mengguncang ekonomi global.
Menuju Kesepakatan di Eropa
Kini, arah angin berubah menuju perdamaian. Presiden Trump menyatakan bahwa poin-poin akhir perjanjian damai telah disepakati oleh semua pihak, termasuk Israel. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) diprediksi akan dilakukan akhir pekan ini di Eropa.
Namun, jalan menuju finalisasi tetap diwarnai tekanan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mendesak AS untuk memenuhi komitmen tanpa syarat. Berdasarkan laporan Mehr News Agency, Iran mengajukan sejumlah syarat utama, di antaranya:
| Persyaratan Utama Iran |
|---|
| Pembebasan setengah dari dana Iran yang diblokir di luar negeri. |
| Penangguhan sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran. |
| Pencabutan blokade maritim yang diberlakukan terhadap Iran. |
Jika kesepakatan ini terwujud, hal ini akan menjadi pencapaian diplomatik terbesar di kawasan tersebut dalam satu dekade terakhir, sekaligus mengakhiri ketidakpastian di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia. (I-1)
