Holywings Peduli Gelar Edukasi Anemia dan Cek Kesehatan Massal di Bandung
Tim Medis Holywings Peduli memeriksa kesehatan seorang warga di Kelurahan Pasteur, Kota Bandung.(ISTIMEWA)

ANEMIA masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun mencapai 15,5% atau sekitar satu dari enam remaja mengalami anemia. Sementara itu, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 27,7%.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi dan deteksi dini agar masyarakat dapat mencegah serta mengatasi anemia dengan tepat.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, Holywings Peduli menggelar kegiatan cek kesehatan massal gratis dan seminar kesehatan mengenai anemia di Helens Night Mart Karangsari, Bandung, Sabtu (13/6).

Kegiatan yang diikuti ratusan warga RW 01 Kelurahan Pasteur tersebut merupakan upaya mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, khususnya terkait anemia yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi kesehatan bersama tenaga medis dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta.

Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan dengan memanfaatkan layanan pemeriksaan dan berkonsultasi langsung mengenai kondisi kesehatan mereka.


Seminar edukasi


Selain layanan kesehatan, peserta juga mengikuti seminar edukasi mengenai anemia yang menghadirkan dokter Ricky Purnomo dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta.

Dalam pemaparannya, Ricky menjelaskan bahwa anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, penderita dapat mengalami gejala seperti mudah lelah, lemas, pusing, sulit berkonsentrasi hingga menurunnya produktivitas sehari-hari.

Menurut dia, gejala awal anemia yang paling sering terlihat antara lain tubuh mudah lelah, lemas, pucat pada wajah atau kelopak mata bagian dalam, sering pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, dan mudah sesak saat beraktivitas. Pada beberapa orang, kondisi tersebut juga dapat disertai tangan dan kaki yang terasa dingin.

“Jika seseorang diduga mengalami anemia dan merasa lemas atau pusing, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah mengistirahatkannya di tempat yang nyaman, memberikan cairan yang cukup, serta memastikan asupan makanan yang mengandung zat besi jika memungkinkan. Namun jika gejalanya berat seperti pingsan, sesak napas, nyeri dada, atau penurunan kesadaran, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Ricky menjelaskan bahwa perempuan secara umum memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan laki-laki. Penyebab utamanya adalah kehilangan darah secara rutin saat menstruasi.

Selain itu, kebutuhan zat besi pada perempuan meningkat selama masa kehamilan dan menyusui karena tubuh harus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin maupun bayi.

“Apabila asupan zat besi tidak mencukupi atau kehilangan darah cukup banyak, cadangan zat besi dalam tubuh dapat menurun dan akhirnya menyebabkan anemia. Karena itu, perempuan, terutama remaja putri dan ibu hamil, termasuk kelompok yang perlu lebih memperhatikan status zat besinya,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa anemia sebenarnya dapat terjadi pada semua usia. Namun terdapat sejumlah kelompok yang lebih rentan, yaitu remaja putri usia 10–19 tahun karena mulai mengalami menstruasi dan sedang berada dalam masa pertumbuhan. Selain itu juga perempuan usia produktif, ibu hamil, anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan pesat, serta lansia yang mengalami penurunan kemampuan penyerapan nutrisi dan kemungkinan memiliki penyakit kronis tertentu.

Sementara pada laki-laki, risiko anemia umumnya meningkat pada usia lanjut atau ketika terdapat kondisi medis seperti perdarahan saluran cerna, penyakit kronis, maupun gangguan penyerapan nutrisi.


Konsumsi makanan


Untuk membantu mencegah anemia, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dan nutrisi pendukung pembentukan sel darah merah seperti daging merah tanpa lemak, hati, ikan dan makanan laut, ayam, telur, sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, kacang-kacangan dan biji-bijian, tahu, tempe, serta produk pangan yang difortifikasi zat besi.

Selain itu, konsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, stroberi, tomat, dan paprika juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh.

“Sebaliknya, sebaiknya hindari minum teh atau kopi bersamaan dengan waktu makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Ricky juga menjelaskan bahwa anemia dan hipertensi merupakan dua kondisi yang berbeda, meski dalam beberapa situasi keduanya dapat saling berkaitan.

Saat seseorang mengalami anemia, tambahnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat meningkatkan beban kerja jantung.

Sementara pada penderita penyakit kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, anemia dan hipertensi sering ditemukan bersamaan karena keduanya dapat dipengaruhi oleh gangguan fungsi ginjal.

“Meski demikian, anemia bukan penyebab langsung hipertensi dan hipertensi juga bukan penyebab langsung anemia. Jika seseorang memiliki salah satu atau kedua kondisi tersebut, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya dan menentukan penanganan yang tepat,” tandasnya.


Berikan bantuan


Selain pemeriksaan kesehatan dan edukasi, Holywings Peduli juga menyerahkan berbagai bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Bantuan tersebut berupa kursi, meja, kemeja Karang Taruna, mesin potong rumput, gerobak besi, ember kompos, kursi roda, serta alat cek kesehatan yang akan digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas kemasyarakatan di lingkungan sekitar.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi mengenai anemia, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan sarana yang dapat digunakan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan. Kesehatan masyarakat adalah salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian bersama,” tegasnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Selain mengikuti seminar, warga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan serta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kadar hemoglobin dan memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh.

Lucia, 28, salah satu penerima manfaat, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat membantu masyarakat.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Holywings Peduli atas kegiatan ini. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan pengetahuan mengenai anemia, bantuan yang diberikan juga sangat bermanfaat bagi warga dan Karang Taruna untuk mendukung kegiatan sosial di lingkungan kami,” tambahnya.

Melalui kegiatan cek kesehatan massal, seminar kesehatan, dan penyerahan bantuan sosial ini, Holywings Peduli berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta memperkuat sarana pendukung yang bermanfaat bagi warga. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Holywings Peduli dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *