Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 11 Juni, Rob Menurun Cerah Berawan Sepanjang Hari
Cuaca cerah di kawasan Gunung Slamet Kamis (11/6) pagi diperkirakan tidak akan berubah hingga malam nanti.(MI/Akhmad Safuan)

CUACA cerah  sepanjang hari di Jawa Tengah Kamis (11/6) terjadi perbedaan mencolok suhu udara siang dan malam, air laut pasang (rob) menurun, tetapi gelombang tinggi masih berlangsung di perairan utara dan selatan tetap harap diwaspadai. 

Sejak pagi hingga awal malam, cuaca di 35 daerah di Jawa Tengah baik di kawasan pegunungan, dataran tinggi maupun dataran rendah cerah dan berawan, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 3-27 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-34 derajat celcius dan kelembaban udara 50-95 persen. 

Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah menurun dratis menjadi 0,8 persen meskipun masih menyebabkan banjir di kawasan pesisir, gelombang tinggi di perairan selatan berkusar 1,25-2,5 meter masih cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan penumpang saat kecepatan angin diatas 15 knot. 

“Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau, hujan sudah jauh berkurang bahkan sepanjang hari cuaca cerah dan berawan, ” kata Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Semarang Arif Nasution Kamis (11/6). 

Memasuki kemarau ini, menurut Arif, terjadi perbedaan suhu yang cukup mencolok pada siang dan malam, yakni terasa panas dan gerah pada siang hari dan dingin yang cukup ekstrem pada malam hari tidak hanya di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, tetapi juga di dataran rendah. 

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karibia mengatakan air laut pasang di perairan utara menurun dibanding sebelumnya, namun banjir di kawasan pesisir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih terjadi meskipun ketinggian 0,8 jetervpada pukul 13.00-18.00 WIB. 

Ketinggian gelombang di perairan utara, lanjut Retna Swasti Karini, di perairan utara 0,5-1,25 meter cukup aman untuk aktivitas pelayaran, namun di perairan selatan Jawa Tengah seperti Cilacap, Kebumen dan Purworejo ketinggian gelombang 1,25-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran. 

“Terapi waspada terhadap ketinggian gelombang di perairan selata, terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot, ” ujarnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *