Suku Bunga Acuan masih Bisa Naik jika Dolar AS Tembus Rp18.200
ilustrasi(Antara)

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan yang digelar Selasa (10/6). Langkah ini dinilai sebagai upaya pre-emptive untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan bahwa ruang untuk kenaikan BI-Rate lebih lanjut masih terbuka. Hal ini bergantung pada pergerakan nilai tukar Mata Uang Rupiah dan kondisi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

“Ya bisa lanjut (kenaikan BI-Rate) kalau Rupiah masih tertekan ke atas Rp18.200 per dolar AS dan current account deficit melebar lebih dari 1,5% GDP,” ujar Hosianna di Jakarta, Selasa.

Respons Positif Pasar

Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan langsung direspons positif oleh pasar. Terpantau pada Selasa siang, Mata Uang Rupiah menguat 0,7% ke level Rp18.070 per dolar AS di pasar spot. Sebelumnya, secara tahun kalender berjalan (year to date), Rupiah sempat melemah hingga 8% dan menyentuh level Rp18.190 per dolar AS.

Hosianna menilai intervensi ini sangat krusial untuk meredam risiko inflasi impor (imported inflation) beserta dampak rambatannya. Selain itu, kebijakan ini diproyeksikan bakal mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen domestik bagi investor.

Rincian Suku Bunga Terbaru:

  • BI-Rate: 5,50% (+25 bps)
  • Deposit Facility: 4,50% (+25 bps)
  • Lending Facility: 6,25% (+25 bps)

Langkah Stabilisasi Lanjutan

Selain menaikkan suku bunga, Bank Indonesia juga mengumumkan sejumlah langkah penguatan stabilisasi Mata Uang Rupiah, antara lain:

  • Kenaikan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
  • Pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing.
  • Pembukaan kembali window lelang instrumen repo bagi perbankan.
  • Peningkatan intensitas operasi moneter, baik dalam Rupiah maupun valuta asing.

Sebagai catatan, BI sebelumnya telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps pada RDG Bulanan Mei 2026. Kenaikan tersebut merupakan penyesuaian pertama setelah suku bunga dipertahankan di level 4,75% sejak September 2025.

Kondisi Cadangan Devisa

Tekanan terhadap nilai tukar juga tercermin dari posisi cadangan devisa Indonesia. Pada akhir Mei 2026, cadangan devisa tercatat sebesar US$144,9 miliar, menyusut US$1,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya stabilisasi rupiah.

Secara akumulatif, dalam lima bulan pertama tahun 2026, cadangan devisa telah berkurang sebesar US$11,6 miliar dari posisi akhir Desember 2025 yang mencapai US$156,5 miliar. Bank Indonesia dijadwalkan akan kembali menggelar RDG Bulanan pada 17-18 Juni 2026 untuk mengevaluasi kebijakan moneter selanjutnya. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *