Waspada Kerontokan Rambut Sejak Usia 20-an: Penyebab dan Solusi Medis
Ilustrasi(magnific)

KERONTOKAN rambut sering kali dianggap sebagai masalah estetika semata. Namun, secara klinis, kondisi ini merupakan masalah medis serius yang dapat muncul sejak seseorang memasuki usia dua puluhan. Keterlambatan dalam mendiagnosis serta kesalahan penanganan tidak hanya memperburuk kondisi, tetapi juga mempersempit peluang pemulihan rambut secara permanen.

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Elisabeth Ryan, Sp.DVE, menekankan bahwa kunci keberhasilan terapi rambut terletak pada kecepatan penanganan.

“Folikel yang masih aktif jauh lebih mudah dirangsang untuk tumbuh kembali. Menunda penanganan berarti kehilangan kesempatan itu,” ujarnya, dikutip Rabu (10/6).

Memahami Batas Normal dan Faktor Penyebab

Menurut Elisabeth, setiap orang perlu mengetahui ambang batas normal kerontokan harian. Secara medis, kehilangan 50 hingga 100 helai rambut per hari masih dianggap normal. Namun, jika jumlahnya melebihi 100 helai, hal tersebut menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan pada kulit kepala atau sistem tubuh.

Penyebab kerontokan ternyata sangat kompleks dan tidak tunggal. Berikut adalah rincian faktor penyebab kerontokan rambut berdasarkan data medis yang dipaparkan:










Faktor Penyebab Persentase Kontribusi
Genetik dan Hormon 35%
Stres Psikologis 24%
Kekurangan Nutrisi 15%
Infeksi Kulit Kepala 14%
Efek Samping Obat/Penyakit 7%
Pascamelahirkan dan PCOS 5%

Perbedaan Pola Kerontokan Pria dan Wanita

Secara klinis, pola kerontokan antara pria dan wanita memiliki karakteristik yang berbeda. Pada pria, kerontokan biasanya dipicu oleh hormon dihidrotestosteron (DHT) dan faktor genetik, yang ditandai dengan mundurnya garis rambut (hairline) serta penipisan di area ubun-ubun. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berujung pada kebotakan total.

Sebaliknya, pada wanita, kerontokan cenderung terjadi berupa penipisan yang melebar di bagian tengah kepala. Pemicunya lebih variatif, mulai dari ketidakseimbangan hormon akibat PCOS, fase menopause, stres, hingga defisiensi nutrisi tertentu. (Ant/Z-1)

Peringatan Medis: Diagnosis yang tepat harus dilakukan sebelum memulai terapi apa pun. Penggunaan produk atau perawatan yang tidak sesuai dengan jenis kerontokan justru berisiko memperburuk kondisi kulit kepala serta membuang waktu dan biaya secara sia-sia.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *