
PASANGAN selebritas Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid memenuhi panggilan penyidik Subdit Kamneg Unit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (10/6). Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan yang melibatkan PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group.
Kuasa hukum pasangan tersebut, Sangun Ragahdo, menegaskan bahwa kehadiran kliennya merupakan bentuk sikap kooperatif untuk memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar terkait keterlibatan mereka dengan biro perjalanan umrah tersebut.
“Kami memenuhi panggilan penyidik terkait laporan polisi dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP atas nama tersangka ASF selaku Direktur Utama Hanania Group,” ujar Sangun di Mapolda Metro Jaya.
- Thariq dan Aaliyah menjawab sekitar 20-30 pertanyaan dari penyidik.
- Menyerahkan bukti dokumen berupa bukti transfer pembayaran mandiri untuk dimasukkan ke dalam BAP.
- Menjelaskan status hubungan kerja sama sebagai endorser profesional.
Klarifikasi Soal Fasilitas Gratis
Sangun menjelaskan bahwa kerja sama promosi (endorsement) disepakati pada November 2025. Dalam kesepakatan tersebut, Thariq, Aaliyah, dan satu orang anak mereka memang mendapatkan kompensasi berupa keberangkatan umrah gratis pada Desember 2025 sebagai imbal balik promosi di media sosial.
Namun, ia membantah keras narasi yang menyebutkan seluruh rombongan mereka berangkat secara cuma-cuma. “Klien kami memboyong rombongan total delapan orang, dan untuk anggota rombongan lainnya itu kami membayar secara mandiri. Nilai pembayarannya mencapai hampir Mata Uang Rupiah 170 juta,” tegasnya.
Biaya tersebut belum termasuk pengeluaran operasional mandiri seperti konsumsi tambahan dan pembayaran mutawif selama di Tanah Suci.
Rekam Jejak dan Rasa Prihatin
Sebelum menerima tawaran, Thariq mengaku telah melakukan pengecekan rekam jejak terhadap Hanania Group. Pada akhir 2025, biro tersebut dinilai memiliki kredibilitas baik karena sukses memberangkatkan banyak jemaah. Kasus ini baru diketahui mencuat ke publik pada sekitar Maret atau April 2026.
Aaliyah Massaid mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap para jemaah yang gagal berangkat. Ia mengaku tidak menyangka agen travel tersebut akan bermasalah di kemudian hari.
“Kami sangat prihatin kepada para jamaah yang tidak jadi berangkat. Kami juga sempat beberapa kali menolak approach dari mereka sebelumnya karena kami lebih memilih berangkat menggunakan travel lain dengan membayar penuh,” kata Aaliyah.
Thariq berharap keterangannya dapat membantu pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. “Kami sampaikan simpati yang mendalam kepada korban. Bayangkan, banyak dari mereka yang menabung bertahun-tahun demi bisa umrah,” pungkas Thariq. (Ant/I-1)
