
DUNIA sepak bola kehilangan salah satu sosok paling ikonik dalam sejarah modern Liverpool. Mantan penyerang timnas Belgia, Divock Origi, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari sepak bola profesional pada usia 31 tahun. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Origi melalui akun media sosial pribadinya serta sebuah tulisan emosional di The Players’ Tribune.
Dalam pernyataannya, pemain kelahiran Ostend ini mengungkapkan bahwa ia merasa seluruh ambisi dan mimpinya di lapangan hijau telah terpenuhi.
“Tujuan saya di dunia sepak bola telah terpenuhi. Saya telah menjalani mimpi masa kecil saya, bermain di panggung terbesar, dan memenangkan trofi-trofi terbesar. Saya bersyukur kepada Tuhan atas semua itu,” tulis Origi.
Jejak Karier Sang Penentu
Origi mengakhiri perjalanan profesionalnya dengan catatan 358 penampilan dan 67 gol di level klub. Sepanjang kariernya, ia telah melanglang buana ke berbagai liga top Eropa, memperkuat klub-klub seperti Lille, Liverpool, Wolfsburg, AC Milan, hingga Nottingham Forest. Di level internasional, ia mengoleksi 32 caps bersama timnas Belgia dengan torehan tiga gol.
Sebelum memutuskan gantung sepatu, Origi berstatus tanpa klub sejak Desember tahun lalu setelah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontraknya lebih awal dengan raksasa Italia, AC Milan.
| Kategori | Catatan |
|---|---|
| Penampilan Klub | 358 |
| Gol Klub | 67 |
| Caps Timnas Belgia | 32 |
| Gelar Utama | Liga Champions, Liga Primer Inggris, Piala Dunia Antarklub |
Legenda di Anfield
Meskipun pernah membela banyak klub, masa keemasan Origi tak pelak terjadi saat ia berseragam Liverpool. Ia mungkin bukan pilihan utama di lini depan The Reds yang saat itu dihuni trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Bobby Firmino, namun Origi memiliki reputasi sebagai pemain spesialis momen krusial.
Namanya akan selamanya terpatri dalam sejarah Liverpool berkat kontribusi magisnya di Liga Champions 2018/19. Origi adalah aktor utama dalam comeback sensasional 4-0 melawan Barcelona di Anfield dengan mencetak dua gol.
Ia kemudian menyempurnakan dongeng tersebut dengan mencetak gol kedua di partai final melawan Tottenham Hotspur di Madrid, memastikan trofi Si Kuping Besar keenam bagi Liverpool.
Tidak hanya di Eropa, Origi juga menjadi bagian penting saat Liverpool mengakhiri dahaga gelar Liga Inggris selama 30 tahun pada musim 2019/20. Salah satu golnya yang paling diingat pendukung setia di Anfield adalah gol kemenangan dramatis pada menit ke-96 dalam Derby Merseyside melawan Everton pada Desember 2018.
Kini, “Corner Taken Quickly” dan senyum tenang Origi setelah mencetak gol-gol mustahil akan menjadi kenangan abadi. Origi menutup bukunya di dunia sepak bola dengan rasa syukur dan siap melangkah menuju panggilan hidup berikutnya di luar lapangan hijau. (Ant/Z-1)
