
BAU mulut yang tidak kunjung hilang sering kali dianggap sebagai masalah kebersihan biasa. Namun, pakar kesehatan memperingatkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan gusi yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera.
Dokter gigi spesialis periodonsia dari Audy Dental, drg. Ines Augustina Sumbayak, menjelaskan bahwa halitosis atau bau mulut kronis merupakan salah satu indikator utama peradangan pada jaringan pendukung gigi. Menurutnya, peradangan ini sering kali disertai dengan gejala lain seperti pembengkakan dan perdarahan.
“Jangan heran orang-orang yang mengalami masalah gusi itu bau banget mulutnya sebenarnya. Napasnya berasa panas karena ciri-ciri dari peradangan sendiri ada panas yang dihasilkan,” ujar drg. Ines dalam sebuah acara edukasi kesehatan di Jakarta, Jumat (5/6).
Mengenali Perbedaan Gusi Sehat dan Bermasalah
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, masyarakat perlu mengenali karakteristik gusi yang sehat. Drg. Ines memaparkan bahwa gusi yang sehat umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Berwarna merah muda (pink) segar.
- Tekstur kencang dan tidak membengkak.
- Tidak menunjukkan tanda-tanda peradangan atau nyeri.
Sebaliknya, gusi yang bermasalah biasanya tampak kemerahan, membengkak, dan menimbulkan rasa tidak nyaman di rongga mulut. Jika dibiarkan tanpa perawatan, kondisi ini dapat merusak fondasi gigi.
“Kalau misalnya tidak dijaga, gusi yang menjadi fondasi gigi akan mengalami masalah. Akibatnya gigi bisa menjadi goyang, mudah tanggal, sensitif, hingga muncul celah-celah pada gigi,” tambahnya.
Dampak Penurunan Gusi
Masalah pada gusi juga dapat menyebabkan terjadinya resesi atau penurunan gusi. Kondisi ini membuat makanan lebih mudah terselip di sela-sela gigi, yang pada akhirnya memicu penumpukan plak bakteri secara masif. Jika siklus ini terus berlanjut, peradangan akan semakin parah dan sulit dikendalikan.
Pentingnya menjaga kesehatan gusi juga dirasakan oleh aktor Dion Wiyoko. Ia mengaku sempat mengabaikan kesehatan gusi karena terlalu fokus pada perawatan gigi saja. Kesalahan teknik menyikat gigi selama bertahun-tahun sempat membuatnya mengalami masalah gusi.
“Saya pikir giginya yang bermasalah, tapi ternyata gusinya yang saya merawatnya tidak betul. Konsultasi dengan dokter membuat saya sadar bahwa gusi adalah fondasi penting bagi kesehatan gigi secara keseluruhan,” ungkap Dion.
Tips Menjaga Kesehatan Gusi menurut Pakar:
- Gunakan teknik menyikat gigi yang benar (tidak terlalu keras).
- Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi.
- Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal setiap enam bulan sekali.
Drg. Ines menekankan bahwa frekuensi menyikat gigi tidak menjamin kesehatan mulut jika teknik yang digunakan salah. “Kalau misalnya mau dia beratus-ratus kali pun sikat gigi tapi dengan teknik yang salah, yang ada kita akan merusak giginya dan juga bisa merusak gusinya sendiri,” tutupnya. (Ant/H-3)
