
PERSONAL branding yang kuat tidak dibangun melalui popularitas semata, melainkan melalui kepercayaan (trust), konsistensi, dan kemampuan membangun hubungan yang tulus dengan orang lain. Hal tersebut disampaikan Strategist Networking Advisor & Partner, Elizabeth Setiaatmadja, saat menjadi pembicara dalam Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Jumat (5/6).
Melalui pemaparannya di IDMC 2026, Elizabeth menegaskan bahwa personal branding bukan tentang menjadi terkenal, melainkan tentang menjadi sosok yang dipercaya, dihormati, dan bermanfaat bagi banyak orang. Elizabeth tampil bersama Ingrid Saidbun dalam diskusi di panggung yang sama di hari kedua IDMC 2026.
Dalam sesi diskusi mengenai personal branding dan networking itu, Elizabeth membagikan pengalaman serta strategi membangun reputasi yang mampu membuka peluang bisnis dan profesional. Menurutnya, banyak orang masih menganggap personal branding sebagai upaya untuk terlihat hebat di media sosial. Padahal, personal branding sejatinya adalah persepsi yang terbentuk di benak orang lain ketika nama seseorang disebut. “Orang tidak hanya membeli produk atau jasa. Mereka membeli kepercayaan kepada orang di balik produk tersebut,” ujar Elizabeth.
Ia menjelaskan bahwa kepercayaan tidak dibangun dalam waktu singkat. Trust lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menepati janji, menjaga komitmen, hingga memperlakukan orang lain dengan baik dalam setiap interaksi.
Elizabeth juga menekankan bahwa networking merupakan salah satu aset terbesar dalam membangun personal branding. Namun menurutnya, networking bukan sekadar mengumpulkan kartu nama atau memperbanyak koneksi. “Ketika bertemu orang baru, jangan berpikir apa yang bisa kita dapatkan dari mereka. Pikirkan apa yang bisa kita bantu dan berikan kepada mereka,” katanya.
Dalam paparannya, Elizabeth juga mengingatkan pentingnya berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada audiens. Menurutnya, banyak profesional maupun pelaku usaha terlalu fokus menunjukkan pencapaian, tetapi lupa membangun kredibilitas melalui edukasi. “Bagikan juga wawasan, pengalaman, dan solusi yang bisa membantu orang lain,” ujarnya.
Elizabeth menambahkan bahwa personal branding harus selaras dengan karakter asli seseorang. Audiens saat ini semakin cerdas dalam menilai apakah seseorang autentik atau hanya membangun pencitraan. Karena itu, ia mendorong para profesional, entrepreneur, dan content creator untuk membangun reputasi berdasarkan nilai, integritas, dan kontribusi yang diberikan kepada orang lain.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dan kemajuan teknologi yang membuat produk semakin mudah ditiru, kepercayaan akan menjadi pembeda utama. “Produk bisa ditiru, teknologi bisa disamai, tetapi reputasi dan trust yang dibangun selama bertahun-tahun akan menjadi aset yang sangat berharga,” pungkasnya.
IDMC 2026 adalah The Biggest Digital Marketing Conference dengan Martech Expo Terbesar di Tanah Air. Ajang ini melibatkan lebih dari 5.000 peserta, 50 pembicara, 100 komunitas, dikuti 200 brand dengan 150 stand. (H-1)
