Pengembangan SDM Adaptif makin Penting di Tengah Era AI
Ilustrasi(Dok istimewa )

DI tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri, kemampuan perusahaan membangun talenta yang adaptif semakin menjadi faktor penentu daya saing.

Perusahaan tidak lagi hanya dituntut menghadirkan produk dan layanan yang kompetitif, tetapi juga memastikan sumber daya manusianya (SDM) siap menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. Kebutuhan tersebut mendorong banyak perusahaan berinvestasi lebih besar dalam pengembangan kompetensi karyawan, transformasi budaya kerja, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas organisasi. Strategi tersebut pula yang menjadi salah satu fondasi bagi Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dalam membangun organisasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. 

Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui ajang HR Asia Awards 2026, di mana CCEP Indonesia kembali meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia untuk tahun keenam berturut-turut. Dengan pencapaian itu, perusahaan juga memperoleh predikat HR Asia Gold Harmonia, yang diberikan kepada perusahaan yang mampu mempertahankan penghargaan tersebut selama enam tahun berturut-turut.

Tak hanya penghargaan utama, perusahaan juga meraih empat penghargaan khusus sekaligus, yakni HR Asia Diversity, Equity & Inclusion Award, HR Asia People Transformation Award, HR Asia Sustainable Workplace Award, dan HR Asia Tech Empowerment Award. Pengakuan tersebut mencerminkan berbagai aspek transformasi yang dilakukan perusahaan, mulai dari pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi, hingga pembangunan budaya kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama perusahaan adalah membangun kapabilitas organisasi yang siap menghadapi perubahan kebutuhan bisnis. Untuk mendukung hal tersebut, CCEP Indonesia mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mencakup Leadership Academy, Functional & Technical Academy, serta General Capability Academy. Berbagai program tersebut dirancang untuk memastikan karyawan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan organisasi.

Inisiatif tersebut diperkuat melalui program fondasi School of Indonesia yang menjadi basis pengembangan talenta di seluruh organisasi. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya memastikan proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya bagi pemimpin perusahaan tetapi juga bagi karyawan di berbagai fungsi kerja.

Selain pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam transformasi organisasi. CCEP Indonesia membangun ekosistem digital karyawan yang terintegrasi dengan menggabungkan berbagai platform kerja, layanan mandiri (self–service), dan implementasi teknologi berbasis peran untuk mendukung efektivitas pekerjaan sehari-hari. Perusahaan juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam lingkungan kerja.

Melalui inisiatif seperti Copilot dan AI Incubator, karyawan didorong untuk memanfaatkan AI dalam menyederhanakan proses kerja, meningkatkan efisiensi, sekaligus mendorong inovasi di berbagai fungsi bisnis. Program tersebut turut diperkuat melalui peningkatan keterampilan digital, jaringan change agents, serta pemanfaatan umpan balik berbasis data guna memastikan dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

People & Culture Director CCEP Indonesia Mathilda Lumban Tobing mengatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan budaya kerja yang dibangun secara konsisten bersama seluruh karyawan.

“Pengakuan ini mencerminkan budaya kerja yang terus kami bangun bersama, di mana setiap karyawan memiliki kesempatan untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaiknya,” ujar Mathilda.

Menurutnya, keberhasilan jangka panjang perusahaan saat ini tidak hanya ditentukan oleh performa bisnis, tetapi juga kemampuan organisasi dalam memberdayakan manusia dan mengoptimalkan teknologi.

Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, Mathilda menegaskan keberhasilan jangka panjang perusahaan ditentukan oleh kemampuan untuk memberdayakan manusia, memanfaatkan teknologi secara tepat, dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif serta berkelanjutan.

“Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengalaman karyawan dan memperkuat budaya kerja yang mendukung pertumbuhan bersama,” katanya.

Mathilda menambahkan, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh karyawan yang terus mendorong inovasi, menjaga standar operasional, serta mendukung transformasi perusahaan secara berkelanjutan.(E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *